Connect with us

Headline

Syarief Hasan : Angka kemiskinan Indonesia bagai Poco Poco

Diterbitkan

Pada

Syarief Hasan : Angka kemiskinan Indonesia bagai Poco Poco
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mempertanyakan langkah-langkah Pemerintah dalam menekan angka kemiskinan yang terjadi di Indonesia. Pasalnya, angka kemiskinan di Indonesia terus mengalami kenaikan yang sangat signifikan hingga mencapai 27,54 juta penduduk miskin pada Maret 2021.

Syarief Hasan menilai, kenaikan angka kemiskinan ini menunjukkan tidak efektifnya program Pemerintah. “Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai program telah digalakkan Pemerintah untuk menekan angka kemiskinan. Namun, hingga kini, program tersebut berbanding terbalik dengan semakin meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia.”, ungkap Syarief Hasan.

Memang, berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin hingga bulan Maret 2021 mencapai 27,54 juta orang miskin. Angka ini membuat persentase kemiskinan menjadi 10,14% dari total penduduk Indonesia. BPS menambahkan dalam rilisnya pada Kamis (15/7/2021), jumlah penduduk miskin bertambah mencapai 1,12 juta orang miskin bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang lalu.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini pun mendesak Pemerintah untuk segera mengambil kebijakan agar angka kemiskinan tidak semakin bertambah. “Pemerintah harus segera melakukan langkah yang bisa menekan angka kemiskinan dengan penguatan UMKM, sektor ekonomi kreatif, penekanan angka PHK, hingga keberpihakan pembukaan lapangan kerja baru bagi tenaga kerja Indonesia”, tegas Syarief Hasan.

Menurut Syarief Hasan, Pemerintah juga harus menggandeng perusahaan dan industri dalam menekan angka PHK. “Kita melihat bahwa banyak sekali perusahaan dan industri yang melakukan PHK. Kalau hal ini terus berlanjut maka akan semakin banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan berbuntut pada peningkatan angka kemiskinan.”, ungkap Syarief Hasan.

Ia pun menyebut, pengelolaan kemiskinan sekarang seperti poco-poco. “Dulu, SBY selalu dikritisi dan disebut poco-poco, padahal SBY terbukti bisa menekan kemiskinan dari 17,76% (39,30 juta) turun drastis menjadi 10,96% (27,73 juta) di akhir masa jabatan SBY. Berbeda dengan sekarang, sudah memasuki dua periode namun kemiskinan masih belum menurun signifikan tahun 2020 10,19%, sementara thn 2019 sebesar 9.22% seperti poco-poco.”, ungkap Syarief Hasan.

Politisi senior Partai Demokrat ini pun mendorong Pemerintah untuk melakukan langkah yang terukur. “Pemerintah harus membuat langkah terukur dengan menanggulangi Pandemi Covid-19 terlebih dahulu. Setelah itu, memulihkan ekonomi nasional dengan menguatkan UMKM, Koperasi, Ekonomi Kreatif, hingga membuka lapangan kerja baru agar semakin banyak yang bekerja hingga mampu menekan angka pengangguran di Indonesia.”, tutup Syarief Hasan.(ilm)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPD

LaNyalla Apresiasi Pabrik Rokok di Malang yang Beroperasi dengan Prokes Ketat

Diterbitkan

Pada

LaNyalla Apresiasi Pabrik Rokok di Malang yang Beroperasi dengan Prokes Ketat
Baca Berita

Headline

Indonesia Kembali Datangkan Vaksin Sinovac Sebayak 21,2 Juta Dosis dalam Bentuk Bahan Baku

Diterbitkan

Pada

Indonesia Kembali Datangkan Vaksin Sinovac Sebayak 21,2 Juta Dosis dalam Bentuk Bahan Baku
Baca Berita

Headline

Wapres: Tantangan Selain Pandemi, Munculnya Ketidakpercayaan Masyarakat pada Pemerintah

Diterbitkan

Pada

Penulis

Wapres: Tantangan Selain Pandemi, Munculnya Ketidakpercayaan Masyarakat pada Pemerintah
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin (ist/net)
Baca Berita
Loading...