Connect with us

Headline

Surat Terbuka “Let Cuba Live” Untuk Joe Biden Diterbitkan NYT Satu Halaman Penuh

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Hanya dalam waktu dua hari, lebih dari 400 aktivis, intelektual, ilmuwan, dan seniman memproduksi surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.

Surat terbuka itu dimuat satu halaman penuh di harian berpengaruh New York Times hari Jumat (23/7) kemarin dan juga ditayangkan di Times Square.

Sudah barang tentu, surat terbuka yang intinya meminta pemerintah Amerika Serikat menghentikan blokade terhadap Kuba itu juga menjadi pembicaraan di jejaring media sosial, seperti Twitter.

Akun Twitter The People’s Forum, @PeoplesForumNYC, memposting foto halaman surat terbuka yang berjudul “Let Cuba Live” atau “Biarkan Kuba Hidup” di depan gedung New York Times.

People’s Forum merupakan salah satu pihak yang ikut mensponsori surat terbuka itu.

Noam Chomsky dan Oliver Stone juga ikut mensponsori surat itu bersama sejumlah tokoh lain dari Amerika Serikat, seperti mantan Presiden Brazil Lula Da Silva, dan mantan Presiden Ekuador Rafael Correa.

Demikian juga pemenang Hadiah Nobel Perdamaian dari Argentina, Adolfo Perez Esquivel, serta Bishop Rubin Phillip dari Gereja Anglikan Afrika Selatan dan Pendeta Dora Arce Valentin dari Gereja Presbyterian-Reformed di Kuba.

“Saatnya untuk mengambil jalan baru ke depan dalam hubungan AS dan Kuba. Kami yang menandatangani surat ini menyatakan ini hal penting, mengajukan tuntutan publik agar Anda menolak kebijakan kejam yang diberikan Gedung Putih di era Donald Trump yang telah menciptakan penderitaan begitu besar bagi rakyat Kuba,” demikian paragraph pertama surat terbuka itu.

Mereka mengingatkan bahwa Kuba yang memiliki populasi sekitar sebelas juta jiwa saat ini hidup dalam kesulitan akibat kelangkaan pangan dan obat-obatan.

Pandemi Covid-19 dan blokade ekonomi terhadap Kuba membuat kehidupan rakyat semakin sulit.

Juga disebutkan, bahwa di masa pandemi, pemerintahan Donald Trump telah mengetatkan embargo untuk Kuba, mengabaikan upaya pemerintahan Barack Obama sebelumnya untuk memperbaiki hubungan dengan Kuba.

Setidaknya, di era Trump yang berakhir bulan Januari lalu, ada 243 tekanan (coercive measures) yang sengaja diterapkan untuk mencekik leher Kuba.

Mereka mengingatkan pernyataan yang disampaikan Joe Biden pada tanggal 12 Juli lalu, “We stand with Cuban people” atau “Kita bersama rakyat Kuba.”.(Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Gegara Puan Canda Dengan Warga, Pangdam Jaya sampai Tertawa, Begini Candaannya

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

DPR

Mulai Tingkat DPRD Kabupaten Kota Hingga DPR RI Fraksi NasDem Gelar Workshop Nasional Bahas Revisi Perpres Nomor 33 Tahun 2020 di Makassar

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

Headline

Menutup Eksibisi di Papua, Bamsoet Dorong Olahraga E-Sports Topang Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita
Loading...