Connect with us

DPR

Soal Wacana Program Siaran Digitalisasi, Legislator Gerindra Beri Saran ke Menkominfo

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mulai akan mematikan semua siaran TV analog dan beralih ke TV digital dan rencana ini ditargetkan rampung pada November 2021.

Penghentian siaran TV analog akan dilakukan dalam lima tahap. Tahap pertama ditargetkan rampung paling lambat pada 17 Agustus 2021.

Anggota Komisi I DPR RI, Rachel Maryam Sayidina mengatakan kalau program digitalisasi ini sesungguhnya sangatlah baik untuk percepatan pembangunan infrastruktur teknologi terkhusus di bidang penyiaran.

Dengan perubahan analog ke digitalisasi akan memberikan dampak baik terhadap kualitas siaran yang lebih stabil dan tahan terhadap gangguan (interferensi, suara dan/atau gambar rusak, berbayang).

Namun, lanjut Rachel, program digitalisasi ini membutuhkan persiapan dan kesiapan secara matang baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat.

“Program siaran digitalisasi ini haruslah dipersiapkan dengan matang, tidak boleh tergesa-gesa, terutama dalam hal pengadaan dan pendistribusian perangkat alat bantu berupa Set Top Box yang dijanjikan pemerintah akan dibagikan ke masyarakat secara gratis,” kata Rachel melalui keteranganya, Selasa (27/7/2021).

Legislator Gerindra ini juga mempertanyakan sejauh mana langkah pemerintah dalam menyiapkan perangkat pendukung siaran digitalisasi ini, perlu diperhitungkan supaya bisa optimal dilakukan ditengah kondisi pandemi ini

“Tentunya kita harus melihat sejauh mana langkah pemerintah dalam mempersiapkan perangkat pendukung siaran digitalisasi untuk masyarakat,” terangnya.

Rachel juga memaparkan perlu diperhatikan pula sejauh mana kesiapan masyarakat menerima siaran digitalisasi dalam kondisi pandemi saat ini.

“Masyarakat tengah terpuruk secara kesehatan dan ekonomi, kalau ditambah dengan adanya program digitalisasi yg mengharuskan masyarakat membeli TV digital atau menunggu set top box dari pemerintah yang belum jelas kapan sampai dirumah mereka, maka ini akan menjadi beban tambahan masyarakat,” paparnya.

Rachel menegaskan kalau TV merupakan salah satu media hiburan utama bagi masyarakat terutama pada kondisi pandemi saat ini dimana masyarakat dihimbau untuk lebih banyak beraktivitas didalam rumah sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19.

“Jika hal ini dilaksanakan secara tergesa-gesa tanpa persiapan yang matang maka akan berpotensi terhadap terputusnya hak masyarakat untuk dapat mengakses hiburan didalam rumah, mengingat saat ini mayoritas masyarakat masih menggunakan TV analog,” tegasnya.

Sementara Rachel menuturkan kalau skema untuk penyaluran Set Top Box (STB) sejauh ini belum ada pembahasan dengan komisi I DPR RI.

“Belum ada pembahasan mekanisme pemberian Set Top Box ke masyarakat, ini tentunya perlu menjadi perhatian, jangan sampai penyalurannya tidak merata ke masyarakat. Sementara pemerintah telah mewacanakan akan mematikan siaran TV analog beralih ke digital yang ditargetkan rampung November 2021,” tuturnya.

“Apabila hal ini terjadi maka banyak masyarakat yang tidak bisa lagi menonton siaran TV sebagai media hiburan di tengah pandemi. Jadi Pemerintah harus mempertimbangkan hal ini,” demikian Rachel.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Gegara Puan Canda Dengan Warga, Pangdam Jaya sampai Tertawa, Begini Candaannya

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

DPR

Mulai Tingkat DPRD Kabupaten Kota Hingga DPR RI Fraksi NasDem Gelar Workshop Nasional Bahas Revisi Perpres Nomor 33 Tahun 2020 di Makassar

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

DPR

Diduga Ada Pembekakan Biaya, Herman Khaeron: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Perlu Diaudit

Diterbitkan

Pada

Penulis

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron (ist/net)
Baca Berita
Loading...