PM Pakistan Minta Maaf Atas Penyataannya Yang Menyalahkan Wanita Atas Maraknya Kasus Pemerkosaan

  • Bagikan
PM Pakistan Minta Maaf Atas Penyataannya Yang Menyalahkan Wanita Atas Maraknya Kasus Pemerkosaan
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Perdana Menteri Pakistan , Imran Khan sempat memicu kemarahan publik dengan mengatakan bahwa pria, tidak seperti robot, akan terpengaruh oleh apa yang dikenakan wanita.

Hal itu dikatakannya saat diwawancarai Axios saat berbicara tentang isu lonjakan kasus pemerkosaan di negaranya pada akhir Juni lalu.

Khan, dalam wawancara dengan Axios mengatakan, kasus pemerkosaan mungkin akan berkurang drastis jika wanita berpakaian lebih sopan.

Ini adalah kali kedua Khan menyalahkan pakaian wanita atas maraknya pemerkosaan di Pakistan. Pada April lalu, dalam sebuah wawancara televisi Khan menyebut bahwa meningkatnya kasus pemerkosaan adalahkonsekuensi dalam masyarakat mana pun, di mana “vulgaritas sedang meningkat”.

Dia lalu menasihati wanita untuk menutupi tubuh untuk mencegah godaan.

“Keseluruhan konsep purdah ini untuk menghindari godaan, tidak semua orang memiliki kemauan untuk menghindarinya,” ucapnya, mengacu pada istilah yang menggambarkan pakaian sederhana atau pemisahan perempuan dari laki-laki di tempat umum.

Namun, dalam wawancara terbarunya dengan PBS NewsHour, Khan meralat pernyataanya. Dia menyatakan bahwa dalam setiap kasus pemerkosaan, hanya pemerkosalah yang bersalah, bukan apa yang dikenakan oleh korban, dalam hal ini wanita.

Mantan bintang kriket Pakistan itu mengatakan bahwa dia tidak pernah menyalahkan korban pemerkosaan karena mengundang kejahatan. Dia juga mengatakan pernyataannya dari wawancara dengan Axios dikutip di luar konteks.

“Orang yang melakukan pemerkosaan bertanggung jawab penuh atas kejahatan itu, korban tidak pernah bertanggung jawab,” ucap Khan dalam wawancara itu, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (29/7/2021).

Dengan setidaknya 11 kasus pemerkosaan dilaporkan per hari, Pakistan telah mencatat lebih dari 22 ribu pemerkosaan antara tahun 2014 dan 2020. Angka-angka tersebut dirilis oleh Komisi Polisi, Hukum dan Kehakiman Pakistan pada November 2020.(Din)

  • Bagikan