Connect with us

DPR

Melki Laka Lena: Plasma Konvalesen ‘Haram’ Dibisniskan, Aparat Harus Bertindak

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pimpinan Komisi IX DPR RI memberikan perhatian serius terkait sejumlah laporan penipuan hingga bisnis donor plasma darah konvalesen atau metode terapi pengobatan Covid-19 melalui donor darah dari penyintas ke penderita.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melkiades Laka Lena berharap ada penindakan segera dari aparat penegak hukum atas kasus tersebut. Baginya, bisnis Plasma Konvalesen diharamkan. “Aparat diminta bertindak, ini (plasma konvalesen) tidak boleh sampai dibisniskan, apalgi sampai penipuan, haram ini,” ujar Melki, Jumat (30/7/2021).

Ditegaskan Melki, donor plasma konvalesen adalah gerakan sosial untuk misi kemanusiaan dalam membantu penyembuhan pasien Covid-19. “Plasma konvalesen kan bersifat sosial, itu adalah sebagai sesama manusia saling bantu dan tolong-menolong, aspek kemanusiaan lah,” tegasnya.

Kalaupun ada ucapan terima kasih dari penerima donor, lanjut legislator Partai Golkar ini, hal tersebut bukan kemudian menjadi alasan dibisniskan dengan nominal tertentu. “Tidak ada urusan apapun untuk urusan plasma konvalesen itu, apabila nanti ada terima kasihnya itu bukan sebagai imbalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Kualitas PMI Pusat, Robby Nur Aditya mengatakan langkah itu diambil sebelum pihaknya menentukan akan dibawa ke jalur hukum atau tidak.

Sampai saat ini, pihaknya baru menerima informasi bahwa motif oknum penjual plasma konvelasen itu untuk biaya transportasi. “Kita mau telusuri dulu motifnya apa investigasinya. Alasannya katanya transport untuk tambahan apa gitu, saya juga kasihan. Enggak tahu bener apa enggak perlu ditelusuri dulu. Harapannya bisa diselesaikan dengan kekeluargaan,” kata Robby, Kamis (29/7).

Robby mengatakan donor plasma konvalesen memang rawan untuk dijadikan bisnis atau modus penipuan. Sebab, banyak pasien Covid-19 yang membutukan donor tersebut.

Ia pun mengimbau agar pasien yang membutuhkan donor plasma konvalesen melalui mekanisme yang benar dan legal. Ia menyebut, pasien yang dirawat di RS biasanya akan langsung direkomendasikan oleh dokter. Robby mengatakan dokter akan mengirim surat permintaan ke PMI. Pasien hanya dimintai data nama, usia, jenis kelamin dan golongan darah.

“Pada prinsipnya harus ada permintaan dari dokter dulu. Intinya dari dokter yang merawat karena sekarang banyak keluarga pasien itu yang mencari donor sendiri tanpa ada surat permintaan. Nah, ini jadi lahan untuk para oknum,” ucap dia.

Dia juga mengingatkan kepada penyintas untuk tidak menjadikan plasma konvalesen sebagai ladang bisnis. Robby menyarankan pendonor untuk datang langsung ke PMI agar mekanisme pendonorannya jelas. “Kita mengharapkan donor penyintas mau secara sukarela ke PMI untuk menyumbangkan,” ucap dia.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Demul Minta Warga Tak Buru Macan Tutul di Sanggabuana

Diterbitkan

Pada

Penulis

Macan Tutul yang terlihat di Gunung Sanggabuana/Net
Baca Berita

DPR

Berhadiah Hadiah Sepeda dan Jadikan Jokowi Juri, Puan Bawakan Kuis untuk Siswa di Banten

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

DPR

Meski Masih Polemik, DPR Tetap Sahkan Nyoman Jadi Anggota BPK

Diterbitkan

Pada

Penulis

Nyoman Adhi Suryadnyana/Net
Baca Berita
Loading...