Connect with us

Politik

Legislator PKB: Stop Seluruh Proyek Pemerintah Kecuali untuk Penanganan Covid-19

Diterbitkan

Pada

Legislator PKB: Stop Seluruh Proyek Pemerintah Kecuali untuk Penanganan Covid-19
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kalangan dewan meminta Pemerintah menghentikan seluruh proyek kecuali untuk penanganan Covid-19. Pasalnya, penanganan pandemi dan dampaknya harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi, semua harus berkonsentrasi pada penanganan wabah Covid-19 yang belum diketahui sampai kapan berakhir. Oleh karena itu, proyek-proyek yang tidak terkait penanganan pandemi sebaiknya ditunda, seperti rencana pembangunan ibu kota baru, penyuntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN yang terlibat dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung, dan utang luar negeri yang tidak terkait penanganan pandemi.

“Situasi sekarang tidak bisa dilakukan kebijakan business as usual. Penanganan ini membutuhkan banyak sumber daya dan sebaiknya fokus kita di sana. Pengalihan anggaran untuk proyek-proyek tersebut akan berdampak signifikan terhadap langkah pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat dan recovery ekonomi. Saat ini, kita harus selesaikan bahaya di depan mata,” tegas Fathan dalam siaran persnya, Rabu (21/7/2021).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendesak pemerintah memperketat pelaksanaan PPKM Darurat. Menurutnya, lebih baik bersakit-sakit selama tiga atau empat minggu, daripada terus terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang mengancam peluang recovery ekonomi dalam jangka panjang. “Kami berharap dengan kebijakan tersebut terjadi penurunan mobilitas sosial yang bisa menekan lonjakan kasus positif maupun kasus aktif yang saat ini menjadi tertinggi di dunia,” harap Fathan.

Selama pandemi berlangsung, sambungnya, ada peningkatan jumlah pengangguran yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2021 sebanyak 8,75 juta orang, year on year (YoY) dibandingkan periode sebelumnya sebanyak 6,93 juta orang. Selain itu, hingga kuartal I/2021 orang miskin bertambah menjadi 27,54 juta orang atau naik 1,12 juta orang dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya.

“Ini menunjukkan perlunya refocusing atas penanganan pandemi. Kita jangan sampai terlambat melakukan langkah strategis. Hanya dibutuhkan tiga hal, setop proyek yang tak terkait penanganan pandemi, perketat PPKM Darurat, dan bangun industri pangan masyarakat,” seru legislator dapil Jawa Tengah II itu lebih lanjut.

Dia melanjutkan, penguatan ketahanan pangan akan menghindari negara dari krisis pangan pascapandemi. “Saat kita akan kembali membangun, kita sudah memiliki modal pangan yang cukup untuk masyarakat, sehingga tidak akan ada cerita kelaparan. Jika masyarakat sehat dan pangan tercukupi, pemerintah akan lebih mudah untuk kembali melanjutkan pembangunan,” pandang Fathan.

Dia menjelaskan lonjakan kasus Covid-19 membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi juga mengalami koreksi. Saat ini Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dari kisaran 4,6 persen menjadi 3,8 persen sepanjang tahun 2021. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga merevisi target pertumbuhan ekonomi di angka 3,7-4,5 persen, dari kisaran 4,3-5,3 persen sepanjang 2021. “Kami menilai dengan perkembangan terbaru yang ada maka sudah saatnya dilakukan perubahan fokus anggaran,” desaknya.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Nur Nadlifah : Harlah PKB jadi Momentum Bangkitkan Kesetiakawanan

Diterbitkan

Pada

Nur Nadlifah : Harlah PKB jadi Momentum Bangkitkan Kesetiakawanan
Baca Berita

Headline

Ini Curhat Cak Imin Saat Berada di Koalisi Pemerintah Jokowi

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ini Curhat Cak Imin Saat Berada di Koalisi Pemerintah Jokowi
Baca Berita

Headline

Soal Calon Anggota BPK, Wiryawan: Komisi XI Jangan Main – Main Masyarakat dan KPK Pelototin Kamu

Diterbitkan

Pada

Penulis

Soal Calon Anggota BPK, Wiryawan: Komisi XI Jangan Main - Main Masyarakat dan KPK Pelototin Kamu
Baca Berita
Loading...