Connect with us

DPR

Ketua Komisi III DPR: Persoalan Narkotika di Lapas Seperti Sampah yang Menumpuk Selama Belasan Tahun

Diterbitkan

Pada

Ketua Komisi III DPR: Persoalan Narkotika di Lapas Seperti Sampah yang Menumpuk Selama Belasan Tahun
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Persoalan narkotika di lembaga pemasyarakatan (lapas) Tanah Air masih sering terjadi. Bahkan Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry mengatakan persoalan tersebut tak ubahnya sampah yang terus menumpuk selama belasan tahun.

“Hari-hari ini, kita, publik, melihat persoalan utama di lapas adalah persoalan narkotika. Mulai dari bicara masalah penyalahgunaan, penjualan narkotika di dalam, sampai pengendalian peredaran narkotika di luar lapas yang dikendalikan dari dalam lapas,” ujar Herman Herry, Rabu (21/7/2021).

Pernyataan tersebut dia ungkapkan saat webinar nasional bertajuk ‘Pembaharuan Terhadap Kebijakan Pengelolaan Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia’, yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Harapan (UPH). Secara tegas Herman Herry menganalogikan persoalan lapas seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA), harus ada solusi untuk pemecahan masalah ini.

“Ini semua semacam sampah persoalan yang tumpuk menumpuk bertahun-tahun, bahkan belasan tahun. Saya hitung saya menjadi anggota Komisi III DPR RI lebih kurang sudah 17 tahun, dan persoalannya tidak pernah berhenti, tidak pernah ada ujungnya,” ungkap Herman.

Menurutnya, ketika sampah seharusnya diproses, dipilah-pilah, dan dipisahkan sehingga dapat didaur ulang, namun hal itu tidak terjadi dalam persoalan lapas. “Demikian juga proses seseorang sampai menghuni lapas. Kita contohkan di persoalan narkotika yang menyumbang keterisian lapas hingga 50 persen, itu karena semua penegakan hukum berawal dari hulu sampai dengan akhir dibuang ke lapas, proses hukumnya harus direformasi, diubah,” kata Herman Herry.

Dia mendapatkan sebuah gambatan bahwasanya proses hukum terkait penyalahgunaan dan penjualan narkotika dari awal (dari tahap penyidikan) ada proses-proses yang harus diubah. Misalnya pengguna dan pengedar narkoba, keduanya adalah dua hal yang sangat berbeda.

“Dalam proses penegakan hukum, penyidikan perkara dari awal, tidak jarang pengguna dan pengedar itu disamaratakan, tergantung arah penegakan hukum yang dilakukan oleh penyidik mau dibawa kemana. Kalau semua mayoritas pengguna disamaratakan dengan pengedar dan semua didorong untuk masuk lapas, bisa kita bayangkan lapasnya menjadi penuh dengan urusan narkotika,” jelasnya.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Legislator PAN Desak Pemerintah Revisi Target Pertumbuhan Ekonomi

Diterbitkan

Pada

Legislator PAN Desak Pemerintah Revisi Target Pertumbuhan Ekonomi
Baca Berita

DPR

Medali Emas Pertama Olimpiade Tokyo, Sufmi Dasco: Obat Penggembira Rakyat Indonesia di Tengah Pandemi

Diterbitkan

Pada

Medali Emas Pertama Olimpiade Tokyo, Sufmi Dasco: Obat Penggembira Rakyat Indonesia di Tengah Pandemi
Baca Berita

DPR

Puan Maharani: Selamat Greysia-Apriyani, Satu Lagi Sejarah dari Perempuan Indonesia

Diterbitkan

Pada

Puan Maharani: Selamat Greysia-Apriyani, Satu Lagi Sejarah dari Perempuan Indonesia
Baca Berita
Loading...