Connect with us

Headline

Ketua BPKN : Waspadai Surat Vaksin dan Hasil PCR Palsu

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua BPKN Rizal E. Halim mengingatkan, aparat keterangan agar mewaspadai adanya surat hasil antigen atau PCR palsu, bahkan surat vaksinasi yang beredar di masyarakat.

“Kejadian surat vaksinasi palsu atau hasil Swab-PCR palsu tentunya preseden buruk bagi upaya pemerintah menekan laju Covid-19. Oleh karena itu para pelaku harus mendapatkan sanksi yang tegas,” ujar Rizal dalam pernyataan persnya, Jumat (23/7/2021).

Menurutnya, pembuat atau pengguna surat hasil swab antigen dan PCR palsu dapat dijerat dengan Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 268 KUHP dan/atau Pasal 35 Jo Pasal 51 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE.

Beberapa waktu lalu Sub Direktorat Tindak Pidana Siber Polda Metro Jaya sudah menemukan penjual surat keterangan hasil antigen dan PCR palsu di mediasosial. Selain itu, polisi juga menemukan surat vaksinasi palsu yang dijual di media sosial.

“Para pemangku kepentingan perlu melakukan evaluasi dan peningkatan pengawasan secara menyeluruh dan berkala terhadap proses penanganan Covid-19 di titik keberangkatan dan kedatangan baik di jalur darat, udara, dan laut,” ujarnya.

“Patut bantuan,masih ada oknum yang mendapatkan keuntungan di masa seperti ini mulai dari surat vaksinasi, antigen/PCR, hingga kartel kremasi pasienCovid-19, yang korbannya adalah masyarakat,” jelasnya.

Ia menilai, perilaku karteltersebut sangat tidak manusiawi terutama dimasa pandemi saat ini, dan meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini sebagai bentuk tanggung jawab negara hadir melindungi konsumen.

Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi Komunikasi dan Edukasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Renti Maharaini menegaskan bahwa orang tua memiliki peran utama dalam melindungi anak dari ancaman virus Covid-19.

Dia menyarankan, agar setiap orang tua untuk terus menjalankan penerapan protokol kesehatan dengan ketat dan melakukan langkah-langkah pencegahan lainnya. Hal ini diperlukan agar semua anggota keluarga terhindar dari Covid-19.

“Orang tua perlu membatasi aktivitas di luar rumah, jika memang diperlukan kerja keluar atau Work From Office (WFO), setelah sampai di rumah wajib menjalankan protokol kesehatan. Ini berlaku untuk semua anggota keluarga ketika beraktivitas diluar rumah termasuk anak-anak,” tuturnya.

Ia pun meminta masyarakat untuk tidak segan-segan melaporkan jika menemukan informasi pungli darioknum yang tidak bertanggung jawab, saat pemakaman atau kremasi jenazah karena Covid 19, karena peran aktif masyarakat sangat diperlukan demi terciptanya pengawasan yang baik.

“Saat ini diperlukan dukungan dan kerjasama semua pihak sehigga upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat dalam penanganan Covid 19 untuk menghasilkan hasil,” pungkasnya.(Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Diperiksa KPK, Prasetio Edi Ngaku Dicecar Soal Mekanisme Anggaran Pengadaan Tanah Munjul

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua DPRD DKI Prasetio Edi memenuhi panggilan KPK/Net
Baca Berita

Headline

Kata KPK, Novel Baswedan Cs Dipecat Tanpa Pesangon dan Uang Pensiun

Diterbitkan

Pada

Penulis

KPK/Net
Baca Berita

Headline

Sebut Sudah Tak PPKM Darurat, Risma Hentikan BST Rp300 Ribu ke Warga Terdampak Covid

Diterbitkan

Pada

Penulis

Mensos Tri Rismaharini/Net
Baca Berita
Loading...