Connect with us

MPR

HNW Ajak Da’i Muda Mencontoh Wali Songo Berdakwah Dengan Ilmu, Akhlak Dan Solusi

Diterbitkan

Pada

HNW Ajak Da'i Muda Mencontoh Wali Songo Berdakwah Dengan Ilmu, Akhlak Dan Solusi
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com –  Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA memberikan nasihat kepada sejumlah dai muda dari Ma’had Aly An Nuaimy yang akan dilepas ke berbagai pelosok nusantara, untuk mencontoh para Wali Songo yang menyebarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. Mereka para wali menyebarkan Islam dengan ilmu, akhlak serta memberikan inovasi dan solusi kepada masyarakat.

“Rasulullah SAW beserta para sahabat mengajarkan dan mencontohkan bahwa Agama Islam disebarkan dengan akhlak, ilmu dan prinsip moderat (wasathiyyah) guna menghadirkan solusi kepada umat dan bukti dapat memberi rahmat kepada seluruh alam. Jadi, bukan seperti tuduhan para Islamophobia bahwa Islam disebarkan dengan kekerasan, radikalisme maupun ekstremisme. Ini yang kita dapatkan dari pelajaran sukses dakwah para Wali Songo di Nusantara,” ujarnya saat pelepasan da’i muda dari Ma’had Aly An Nuaimy di Jakarta, Sabtu (10/7).

HNW sapaan akrab Hidayat Nur Wahid menuturkan bahwa peran para dai saat ini adalah melanjutkan praktek yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW, para Sahabat, para Ulama hingga Wali Songo, serta Ulama Pejuang yang terlibat hadirkan Indonesia Merdeka. “Mereka menunjukkan pemahaman yang komprehensif terhadap Islam, serta kecerdasan membaca situasi dan memberi solusi ke masyarakat. Dengan berbagai cara dakwah yang menghadirkan kedamaian, alternatif dan solusi bukan dengan menghakimi, mengkafirkan maupun tindakan radikalisme lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, HNW mencontohkan bagaimana Wali Songo berkreasi menciptakan alternatif solusi dengan batik dan berdakwah melalui wayang. “Di Jawa dahulu, masyarakat mempunyai corak batik yang menampilkan gambar-gambar tertentu. Lalu, para Wali membuat corak bati, memuat gambar yang tidak bermasalah secara syariat. Begitu pula budaya wayang, mereka menciptakan tokoh dan cerita-cerita yang sesuai dengan prinsip ajaran-ajaran Islam. Begitulah seharusnya para dai, karena memang Rasulullah SAW menganjurkan Umat untuk berijtihad, dan berdakwah secara hikmah,” ujarnya.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan para Dai, bahwa dakwah mereka bertemu dengan era milenial dan pandemi Covid-19 ini, peran da’i yang mempunyai pemahaman Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin dan menghadirkan solusi makin diperlukan untuk menyelamatkan dan mencerdaskan umat dan masa depan bangsa. “Dengan merujuk kepada keteladanan para Wali dan Ulama-Ulama Pejuang yang adalah Bapak-Bapak Bangsa, maka Islam yang kita yakini dan ajarkan adalah Islam Ahlul Sunnah Wal Jamaah dengan beragam variannya. Itu sangat sesuai bahkan di era milenial dan pandemi Covid-19,” tuturnya.

“Ketika dunia dan Indonesia mengalami kesulitan karena pandemi, jangan ditambah susah dengan mudah mengkafirkan atau membid’ahkan, atau malah memprovokasi masyarakat. Itu semuanya bukan Islam yang benar yang diwariskan oleh Walisongo dan Ulama Pejuang Bapak-Bapak Bangsa Indonesia. Dan itulah yang kita sebarluaskan ke masyarakat di seluruh nusantara, sehingga menyemangati ummat dan rakyat untuk tetap melaksanakan ajaran agama yang membawa kebaikan, dan menghadirkan solusi terhadap masalah Covid-19 yang bisa dipahami sebagai cara Allah SWT untuk menaikkan kualitas keagamaan dan kemanusiaan kita,” ujarnya.

Karenanya itu para da’i harus menjadi teladan dalam menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan secara maksimal. Agar bisa melakukan dakwah dengan maksimal dan total, maka para dai mesti sehat secara rohani tapi juga sehat secara jasmani. “Para da’i dan ulama sangat penting menjadi sehat. Itu sangat diutamakan. Apalagi pada era Covid-19, ini sangat banyak Ulama yang wafat. Maka para da’i muda juga harus siap-siap melanjutkan estafeta perjuangan para Ulama itu. Maka penting betul menjaga kesehatan dan keselamatan dari Covid-19. Kalau para dai tidak sehat, maka para da’i yang akan dipikirkan orang lain. Padahal, seharusnya da’i lah yang memikirkan dan membantu Umat dan Bangsa,” ujarnya.

Oleh karena itu, HNW menambahkan bahwa para dai juga harus memahami instrumen-instrumen dakwah yang banyak digunakan generasi milenial. Misalnya, melalui media zoom atau media sosial seperti instagram. “Ini juga perlu dipahami. Karena di era pandemi seperti ini, ketika tidak dimungkinkan forum secara tatap muka, maka media-media sosial yang merupakan alternatif yang bisa digunakan. Sekarang media-media sosial itu yang dirujuk oleh generasi milenial, lebih bagus bila konten-kontennya diisi oleh nilai-nilai positif dan konstruktif yang menyelamatkan masa depan mereka dan masa depan bangsa dan negara. Dan para da’i muda sangat dipentingkan untuk membuat konten-konten alternatif yang positif,” pungkasnya.(ilm)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MPR

Bamsoet Sebut Sidang Tahunan MPR 2021 Tetap Digelar Tanggal 16 Agustus

Diterbitkan

Pada

Bamsoet Sebut Sidang Tahunan MPR 2021 Tetap Digelar Tanggal 16 Agustus
Baca Berita

Headline

HNW Desak Kemensos Cepat Salurkan Bansos

Diterbitkan

Pada

Penulis

HNW Desak Kemensos Cepat Salurkan Bansos
Baca Berita

Headline

Bamsoet Dorong Optimalisasi Penyerapan Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional

Diterbitkan

Pada

Penulis

Bamsoet Dorong Optimalisasi Penyerapan Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional
Baca Berita
Loading...