Connect with us

Daerah

Dampak Kehabisan Oksigen, Dirut RSUP Prof Dr Sardjito Yogyakarta Diganti

Diterbitkan

Pada

Dampak Kehabisan Oksigen, Dirut RSUP Prof Dr Sardjito Yogyakarta Diganti
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Sepekan pasca-peristiwa kehabisan oksigen di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr Sardjito Yogyakarta, terjadi pergantian kepemimpinan di rumah sakit tersebut.

Sosok Direktut Utama RSUP Sardjito secara resmi beralih tampuk kepemimpinan. Dari sebelumnya dijabat dr Rukmono Siswishanto SpOG MKes MPH, kini beralih ke dr Eniarti MSc SpKJ MMR.

Kabag Hukum, Organisasi dan Humas RSUP Prof Dr Sardjito, Banu Hermawan, mengungkapkan, pergantian itu dilakukan, Senin (12/7/2021) siang, secara virtual.

“Ya benar, pelantikan dilakukan secara virtual. Dipimpin langsung oleh Pak Menkes Budi Gunadi Sadikin, ” katanya Selasa, (13/7/2021).

Menariknya pergantian itu sejatinya hanya bertukar tempat saja. Erniati yang sebelumnya memimpin Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr Soerojo Magelang kini menjabat sebagai Direktur Utama RSUP Sardjito. Sedangkan Rukmono kini memimpin RSJ Prof Dr Soerojo Magelang Jawa Tengah.

Banu Hermawan membantah jika pergantian direktur RSUP Prof Dr Sardjito berkaitan dengan insiden kehabisan oksigen beberapa waktu lalu. Meskipun hanya posisi direktur utama yang diganti.

“Terkait informasi pergantian Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, kami sampaikan bahwa siang tadi Senin, 12 Juli 2021, pukul 12:00 WIB oleh Bapak Menteri Kesehatan telah melantik pejabat JPT Pratama di lingkungan Kementerian Kesehatan. Pergantian ini merupakan rotasi jabatan biasa, dan itu hal lumrah dilingkungan Kementerian Kesehatan sebagai penyegaran organisasi di lingkungan kementerian,” papar Banu.

Hal yang hampir senada juga disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagaimana dikutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id terkait tukar jabatan antar direktur rumah sakit ini.

Budi menganggap rotasi dan mutasi jabatan adalah hal biasa dalam penyegaran organisasi. Budi turut mengingatkan organisasi yang dijalankan di lingkungan Kemenkes saat ini tengah menghadapi tekanan luar biasa akibat adanya peningkatan penularan virus Covid-19.

“Untuk itu di mana pun rekan-rekan berada sebagai pimpinan rumah sakit terutama yang merupakan rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan harus dipastikan bahwa tugas utama kita melayani masyarakat sebaik-baiknya,” sebutnya.

Menkes juga meminta agar pelayanan dan infrastruktur kesehatan dijaga agar tetap dapat melayani masyarakat secara maksimal.

” Anda harus mempersiapkan infrastruktur dengan sebaik-baiknya, dan juga membina semua tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit kita dengan sebaik-baiknya,” kata Budi.

Tekanan yang amat besar dari pandemi Covid-19 ini, lanjut Budi, bakal membuat ketiga hal tersebut jadi sangat krusial dan penting untuk dipantau kesiapannya setiap hari.

“Oleh karena itu titipan saya kepada para Dirut rumah sakit vertikal yang ada di seluruh Indonesia pastikan bahwa kita meluangkan waktu dan tenaga yang cukup untuk mengantisipasi semua masalah yang mungkin terjadi, dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya terhadap masyarakat yang berada di sekitar kita,” tandasnya. (Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Pemda Pasbar Hapus denda PBB P2 dan Beri Diskon Pembayaran BPHTB 50%

Diterbitkan

Pada

Pemda Pasbar Hapus denda PBB P2 dan Beri Diskon Pembayaran BPHTB 50%
Baca Berita

Daerah

Perampok Sekap Ibu Dan Anak Di Perumahan PKJ Bengkon Batam, Mobil Dibawa Kabur

Diterbitkan

Pada

Penulis

Perampok Sekap Ibu Dan Anak Di Perumahan PKJ Bengkon Batam, Mobil Dibawa Kabur
ilustrasi foto: ist/net
Baca Berita

Daerah

Ringkus Heri Syahputra Sitorus, Polres Tanjungbalai Sita Ratusan Gram Narkotika Jenis Sabu, Pil Extasi dan Uang Rp37 Juta Lebih

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ringkus Heri Syahputra Sitorus, Polres Tanjungbalai Sita Ratusan Gram Narkotika Jenis Sabu, Pil Extasi dan Uang Rp37 Juta Lebih
Baca Berita
Loading...