1

Bupati Garut Mengaku Gelisah Jika PPKM Darurat Covid-19 Diperpanjang

Realitarakyat.com – Bupati Garut Rudy Gunawan berharap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 berakhir 20 Juli mendatang.
Kegelisahan orang nomor satu di pemerintah kota Intan itu wajar dan cukup beralasan, melihat besarnya dampak sosial yang ditimbulkan selama aturan tersebut diterapkan bagi masyarakat.

“Makannya dalam 8 hari lagi (sisa pelaksanaan PPKM Darurat), atau seminggu lagi kita optimalkan, supaya PPKM (darurat) ini dihentikanlah dari pusat,” ujarnya, Selasa (13/7/2021).

Menurutnya, pelaksanaan PPKM Darurat yang tinggal menyisakan sepekan ke depan, mulai menunjukan hasil penurunan mobilitas massa. Selain itu, persentase zona merah covid-19 pun jauh berkurang dibanding sebelum pemberlakuan aturan itu.

“Ada pengurangan empat kecamatan zona merah dan juga pengurangan tingkat desa dan juga kelurahan di Garut,” ujarnya.

Klaim Kasus Covid-19 Turun
Kondisi itu berbanding lurus dengan penurunan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19, termasuk angka kematian warga yang terpapar akibat virus Corona itu.

“Angka kematian dari kemarin saat kita ngobrolkan (wawancara) kan tinggi, sekarang ini angka kematian menjadi turun setelah ada PPKM,” kata dia.

Untuk itu, politisi partai Gerindra itu berharap agar pelaksanaan PPKM Darurat di Kabupaten Garut tidak diperpanjang, cukup hingga 20 Juli mendatang, “Ada persoalan sosial lain yang harus diperhatikan,” kata dia.

Untuk mengejar target penurunan kasus Covid-19 di Garut, Rudy berharap di sisa waktu pelaksanaan PPKM Darurat, seluruh elemen masyarakat bersama Satgas Covid-19 bahu membahu meningkatkan prokes kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Hal senada disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK), kang Emil sapaan akbar RK pelaksanaan PPKM Darurat di Jawa Barat tidak diperpanjang. “Pokoknya coba kita di tahap ini kerja maksimal lagi, kita saling menguatkan mendoakan,” pinta dia.(Din)