Connect with us

Headline

Aniaya Putrinya hingga Memar, Ayah Kandung dan Ibu Tiri di Tangsel Dipolisikan

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Aksi penganiayaan RY dan ES terhadap seorang remaja putri di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial WRW, berujung ke proses hukum.

RY dan ES dipolisikan oleh ibu kandung korban, Nawati. Ia tak terima putrinya dianiaya hingga memar di bagian bibir dan pipi.

Laporan dugaan penganiayaan ini teregistrasi dengan Nomor: TBL/B/948/VII/2021/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA.

Diketahui, RY merupakan ayah kandung korban. Sedangkan ES adalah ibu tiri korban. RY dan Nawati telah belasan tahun bercerai.

Aksi penganiayaan bermula, saat WRW ingin berkunjung ke rumah ayah kandungnya di Pondok Benda, Pamulang.

Sayangnya, WRW tak diterima dan memilih tinggal sementara di rumah pamannya yang tak jauh dari rumahnya.

WRW bercerita kejadian penganiayaan dialaminya tengah malam sekitar pukul 24.00 WIB pada Senin (26/7/2021).

Saat itu, ia tengah tertidur di rumah pamannya. Sedangkan pamannya tengah berada di luar rumah.

Ketika itu, kata WRW, dirinya dibangunkan oleh ibu tirinya ES yang ditemani ayah kandungnya RY.

“Lagi tidur, dibangunin sama ibu tiri dengan cara kasar gitu. Kaget baru bangun,” kata korban usai dimintai keterangan di Polres Tangsel, Sabtu(31/7/2021) malam.

WRW mengaku usai dibangunkan dirinya lalu mendapat tamparan dari ayahnya dan dijambak oleh ibu tirinya.

“Sempat memar di pipi, telinga juga. Dengar orang ngomong jadi nggak jelas,” ungkapnya.

Sementara itu, Nawati yang mendapat kabar dari anaknya itu, kemudian langsung mendatangi tempat kejadian untuk memastikan langsung.

“Saat itu juga saya langsung datangi buat minta penjelasan. Ternyata RY lagi keluar, ada istrinya tapi nggak respons,” ungkap Nawati.

Nawati menduga penganiayan itu terjadi lantaran para pelaku merasa korban meminta biaya hidup setelah 14 tahun berpisah.

“Dikiranya mau minta banda (biaya). Padahal setelah pisah nggak pernah kasih nafkah buat anaknya,” bebernya.

Terkait pelaporan ke kepolisian, Nawati mengatakan untuk memberi efek jera dan meminta pertanggungjawaban pelaku yang menganiaya putrinya.

“Mudah-mudahan polisi mengurusnya benar, supaya ada tindak pidananya, biar cepet selesai, anak saya juga tenang. Kita tinggal di negeri hukum, ditambah lagi yang melakukan ayah kandung. Saya ingin beri pelajaran ke ayahnya juga supaya jera dan tidak ringan tangan,” pungkasnya.

Nawati (kanan) mendampingi putrinya WRW (16) yang dianiaya oleh mantan suaminya dan istri RY dan ES usai dimintai keterangan di Polres Tangsel, Jumat (30/7/2021) malam.(Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Presiden Jokowi Tegaskan Berkomitmen Penuh Berantas Mafia Tanah

Diterbitkan

Pada

Penulis

Presiden Jokowi (ist/net/ant)
Baca Berita

Headline

Aneh! Rekam Jejak Jaksa Agung Jadi Lulusan Magister UI Tak Ada Dalam Data Kampus

Diterbitkan

Pada

Penulis

Jaksa Agung ST Burhanuddin/Net
Baca Berita

Headline

KPK Dalami Proses Penganggaran Banggar DPRD DKI dalam Pengadaan Tanah Munjul

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua DPRD DKI Prasetio Edi memenuhi panggilan KPK/Net
Baca Berita
Loading...