Connect with us

Ekonomi

AMKI Sebut Satukan Kepentingan PON Papua untuk Bangun UKM Tidaklah Mudah, Ini Alasannya

Diterbitkan

Pada

Ketua Umum AMKI Sularto (ist/net/suara.com)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua Umum Asosiasi Manajer Koperasi Indonesia (AMKI) Sularto mengaku tidak mudah menyatukan kepentingan Pekan Olahraga Nasional (PON) serta Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) untuk membangun Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

“Karena memang sepertinya pada saat event nanti, penonton belum diperbolehkan untuk masuk ke arena-arena pertandingan. Namun selalu ada celah jika ada ‘political will’ dari pemerintah dalam pengembangan produk UKM,” ujar Sularto, di Jakarta, Sabtu (24/7/2021).

Menurut dia, Pemerintah Daerah (Pemda) harus mengajak koperasi-koperasi yang beranggotakan UKM agar berpartisipasi dalam kegiatan PON dan Peparnas. Dalam hal ini, ungkapnya, pemda perlu mengikutsertakan layanan mulai dari hotel hingga tempat untuk produk-produk UKM.

Dia mengatakan bahwa sampai akhir April 2021, baru terdapat 16 UKM yang lolos dan memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Bagi Sularto, jumlah tersebut tidak akan cukup untuk melayani PON dan Peparnas yang diperkirakan jumlah tamunya mencapai 6.000 orang.

“(Namun), masih ada waktu menggenjot UKM dan Koperasi agar bisa berperan pada kegiatan nanti,” ucapnya.

Dengan jumlah penduduk sekitar 3,4 juta, tuturnya, paling tidak jika diambil rata-rata nasional maka harus terdapat pelaku usaha sebanyak 150-175 ribu.

Dia menjelaskan bahwa saat ini jumlah UMKM yang sampai akhir tahun 2021 berjumlah 75 ribuan, masih sangat kurang.

“Jangan sampai kontestasi yang menghadirkan tokoh olah raga nasional ini hanya dinikmati oleh para pebisnis besar. Jadi, satu kata kunci adalah melibatkan UKM dalam pelayanan PON dan Peparnas nanti,” kata Sularto. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Kata Peneliti, PeduliLindungi Berpotensi Raih Keuntungan Besar

Diterbitkan

Pada

Penulis

Peneliti ekonomi senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy (ist/net)
Baca Berita

Ekonomi

Menkop Ajak YDBA Kembangkan UMKM di Semua Sektor

Diterbitkan

Pada

Penulis

(ist/net)
Baca Berita

DPR

Diduga Ada Pembekakan Biaya, Herman Khaeron: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Perlu Diaudit

Diterbitkan

Pada

Penulis

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron (ist/net)
Baca Berita
Loading...