Connect with us

Daerah

Walkot Bobby Klaim Medan Siap Gelar Sekolah Tatap Muka

Diterbitkan

Pada

Walkot Bobby Klaim Medan Siap Gelar Sekolah Tatap Muka
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan sekolah tatap muka siap dilaksanakan di Medan. Sekolah tatap muka ini akan digelar dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Melihat semua di lapangan, kami siap membuat sekolah tatap muka,” kata Bobby di rumah dinas Gubsu, Medan, Jumat (11/6/2021).

Bobby mengatakan hal ini saat rapat membahas rencana sekolah tatap muka di wilayah Sumut. Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekhshah (Ijeck) yang memimpin rapat ini.

Untuk mendorong sekolah tatap muka itu, Bobby meminta agar Pemprov Sumut memberikan rincian persyaratan protokol kesehatan di sekolah. Dia meminta itu untuk mengetahui hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum sekolah dimulai.

“Kriteria khusus atau indikator yang mungkin bisa dilihat apakah kabupaten/kota yang menyatakan siap melakukan sekolah tatap muka sudah memenuhi indikator yang sudah disepakati. Contohnya persiapan sarana prasarana di lingkungan sekolah,” tuturnya.

Dengan kriteria itu, kata Bobby, pihaknya bisa mengevaluasi persiapan yang mereka lakukan saat ini. Jika ada hal yang belum dipenuhi, Bobby mengatakan akan mengevaluasi hingga syarat-syarat itu terpenuhi.

Bobby kemudian menjelaskan hal hal yang sudah disiapkan untuk sekolah tatap muka ini. Salah satunya adalah vaksinasi kepada guru sekolah.

“Jumlah tenaga pengajar hampir 20 ribu, kami sudah memvaksin lebih dari 80 persen dari guru. Itu kurang lebih 16 ribu lebih,” kata Bobby.

“Dan ini terus berjalan untuk memenuhi target kami untuk tenaga pendidik 100 persen,” jelasnya.

Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mengungkapkan 30% sekolah di seluruh Indonesia telah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas. Angka tersebut naik dari yang sebelumnya hanya 21%.

“Hari ini baru saja data masuk dan angka ke 30%. Sekarang 30% dari sekolah di Indonesia telah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas. Jadi angka ini sudah bukan 21%,” ujar Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Senin (31/5).

Nadiem mengungkapkan alasan masih banyak sekolah belum melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas. Berdasarkan survei, kata Nadiem, pemerintah daerah dan Satgas COVID-19 setempat tidak memberikan izin kepada pihak sekolah.

“Pada saat disurvei, bagi yang belum melaksanakan tatap muka, mayoritas dari mereka menyebut alasan kenapa belum melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas, itu adalah yang mayoritas menjawab bahwa pemda atau Satgas COVID-19 daerahnya belum mengizinkan,” katanya.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Dalam 4 Hari, Polres Tanjungbalai Amankan 13 Orang Pelaku Premanisme dan Pungli

Diterbitkan

Pada

Penulis

Dalam 4 Hari, Polres Tanjungbalai Amankan 13 Orang Pelaku Premanisme dan Pungli
Baca Berita

Daerah

Jaksa Tuntut Lima Terdakwa Kasus Korupsi Rp. 1, 3 Triliun Bervariasi

Diterbitkan

Pada

Jaksa Tuntut Lima Terdakwa Kasus Korupsi Rp. 1, 3 Triliun Bervariasi
Baca Berita

Daerah

Gubernur NTB Ajukan Pengembangan Geopark Tambora ke Menparekraf. Bang Sandi: Kami Siap Support

Diterbitkan

Pada

Penulis

Gubernur NTB Ajukan Pengembangan Geopark Tambora ke Menparekraf. Bang Sandi: Kami Siap Support
Baca Berita
Loading...