Terbukti Korupsi, Notaris Ini Dituntut 11 Tahun Penjara

  • Bagikan
Terbukti Korupsi, Notaris Ini Dituntut 11 Tahun Penjara
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, kembali memggelar sidang kasus dugaan korupsi aset daerah (tanah 30 Ha) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat senilai Rp. 1, 3 triliun, Selasa (15/06/2021).

Sidang yang beragendakan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dua terdakwa diantaranya M. Achyar dan Theresia Koro Dimu. Sidang yang beragendakan pembacaan tuntutan ini dipimpin ketua majelis hakim, Wari Juniati didampingi hakim anggota, Nggilu Liwar Awang dan Gustaf Marpaung. Turut hadir JPU, Herry C. Franklin, cs.

Dalam amar tuntutan, JPU menegaskan bahwa kedua terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara.

Untuk itu, untuk kedua terdakwa dituntut masing selama, untuk terdakwa M. Achyar dituntut selama dua belas (12) tahun penjara dan denda sebesar Rp. 1 miliar subsidair enam (6) bulan kurungan.

Selain denda dan pidana badan, terdakwa M. Achyar diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp. 360 juta. Dengan catatan, jika terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut, satu bulan setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap maka seluruh harta terdakwa akan disita untuk dilelang dan jika itupun tidak mencukupi maka akan ditambah dengan pidana penjara selama enam (6) tahun.

Untuk terdakwa Theresia Koro Dimu (notaris) dituntut selama sebelas (11) tahun penjara. Dan, diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp. 1 miliar, subsidair enam (6) bulan kurungan.

Selain denda dan pidana badan, terdakwa Thresia Koro Dimu diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp. 1. 129. 270. 0000. Dengan catatan, jika terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut, satu bulan setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap maka seluruh harta terdakwa akan disita untuk dilelang dan jika itupun tidak mencukupi maka akan ditambah dengan pidana penjara selama enam (6) tahun dan enam (6) bulan.

Menurut JPU, perbuatan kedua terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang Nomor Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.(rey)

  • Bagikan