Connect with us

Ekonomi

Sri Mulyani : Vaksinasi Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional

Diterbitkan

Pada

Sri Mulyani : Vaksinasi Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com -Tren kasus dan kematian harian wabah pandemi Coronavirus (Covid-19) global secara agregat berkembang menurun.

Sampai tanggal 20 Juni 2021, data menunjukkan bahwa program vaksinasi telah dilakukan di 180 negara dengan total dosis yang telah diberikan sebanyak 2,59 miliar dosis, dan 35,28 juta dosis vaksin telah diberikan di Indonesia.

Akselerasi vaksinasi di negara-negara maju cenderung berhasil mengendalikan pandemi dan pembukaan kembali.

Sedangkan, kondisi di beberapa negara berkembang seperti Amerika Latin, Afrika Selatan, dan negara ASEAN masih eskalatif.

“Pertemuan G7 minggu lalu, dari para pemimpinmenyampaikan akan memberikan satu miliar vaksin-vaksin kepada negara-negara lain dan ini memberikan dampak positif, karena masih ada warga negara yang akses terhadap vaksinnya sangat terbatas. Tentu dengan peningkatan jumlah vaksinasi ini akan memberikan harapan bagi pemulihan ekonomi global yang berkelanjutan,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi, Senin (21/6/2021.

Beberapa provinsi di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, mengalami kejadian yang cukup besar pasca momen Idul Fitri, bahkan telah ditemukan berbagai varian baru Covid-19 mulai dari varian Alpha hingga Delta.

Oleh karena itu, sesuai dengan sosial, disiplin 3M, tingkatkan 3T serta percepatan program harus ditingkatkan.

Melalui kebijakan pemberian vaksinasi bagi usia 18+ yang sudah diterapkan di beberapa wilayah seperti DKI Jakarta, diharapkan pelaksanaan program dapat terus dipercepat.

Pemulihan ekonomi global terus berlanjut, didukung melalui penguatan berbagai indikator.

Bank Dunia dan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) meningkatkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global di tengah sentimen positif pemulihan dan pemulihan berbagai indikator ekonomi.

pertumbuhan ekonomi masing-masing menjadi 5,8 persen (yoy) dan 5,6 persen (yoy) untuk tahun 2021, serta 4,4 persen (yoy) dan 4,3 persen (yoy) untuk tahun 2022.

Selain itu, perdagangan global dan manufaktur juga terus membaik, dimana Baltic Dry Index konsisten di level tinggi.

Begitu pula ekspansi PMI Manufaktur Global di bulan Mei yang mencapai level tertinggi sejak 2010.

Selanjutnya, harga minyak dan batu bara sebagai komoditas utama Indonesia mengalami peningkatan signifikan, sedangkan harga CPO menurun sejak Mei akibat penurunan permintaan dari India.

Di pasar keuangan, volatilitas pasar keuangan global (VIX) index turun, sedangkan pasar saham negara maju dan berkembang terus meningkat.

Meski demikian, beberapa faktor berisiko perlu diwaspadai, antara lain munculnya gelombang dan varian Covid-19 yang lebih menular dan ganas, akses vaksinasi dan pemulihan ekonomi global yang tidak merata, serta kemungkinan normalisasi kebijakan moneter AS yang lebih cepat.

Sementara itu, pemulihan ekonomi menguat, bahwa sedang terjadi momentum pemulihan ekonomi di Indonesia.

Di tengah dinamika kasus Covid-19, ekspor dan impor tumbuh tinggi, sejalan dengan pertumbuhan pada konsumsi listrik dan rumah tangga, Indeks Kepercayaan Konsumen, dan PMI Manufaktur.

pertumbuhan ekonomi Kuartal-II diproyeksi tumbuh tinggi, didukung peningkatan berbagai indikator ekonomi seiring momentum lebaran dan faktor base effect.

Kinerja APBN sampai dengan Mei 2021 jauh lebih baik dari periode yang sama tahun sebelumnya, dimana pendapatan negara mengalami pertumbuhan signifikan dari yang semula terkontraksi sebesar 9,0 persen (yoy) menjadi 9,3 persen (yoy) didukung pertumbuhan Pajak dan PNBP serta terjaganya penerimaan Kepabeanan dan Cukai.

Begitupun dari sisi belanja negara yang tumbuh dari 1,4 persen (yoy) menjadi 12,1 persen (yoy) memuji tingginya Belanja Pemerintah Pusat dan membaiknya TKDD.

“Belanja negara kita yang meningkat dan mendukung pemulihan ekonomi masih perlu diperbaiki juga dari sisi kualitasnya,” jelasnya saat konferensi pers APBN KiTa Bulan Juni 2021

“Jangan sampai kita membelanjakan namun masyarakat atau ekonomi tidak merasakan atau kurang merasakan manfaatnya,” terangnya.

“Jadi kualitas dari belanja dan eksekusi yang sering ditekankan oleh Bapak Presiden (Joko Widodo) menjadi sangat penting, detail kerja di lapangan,” tegasnya.

Optimalisasi pendapatan dan peningkatan kualitas belanja negara terus dilakukan sejalan dengan kinerja pembiayaan APBN yang terjaga serta penurunan SILPA jika dibandingkan dengan bulan April 2021.

APBN terus bekerja keras untuk melanjutkan momentum perbaikan ini, seiring dengan langkah antisipatif penanganan pandemi melalui pelaksanaan vaksinasi yang lebih masif, serta mendukung 3T dan 3M. Demikian disampaikan pada publikasi APBN Kita edisi Juni 2021.(Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Pengamat : Waspada RI, Ekonomi Tahun Ini Diyakini akan Terseok-seok

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pengamat : Waspada RI, Ekonomi Tahun Ini Diyakini akan Terseok-seok
Baca Berita

Ekonomi

Transformasi Digital, Solusi Bagi UMKM Terdampak PPKM

Diterbitkan

Pada

Penulis

Transformasi Digital, Solusi Bagi UMKM Terdampak PPKM
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki (ist/net)
Baca Berita

DPD

Di Webinar HIPMIKIMDO, Ketua DPD Ungkap 5 Langkah Bantu Pengusaha UMKM Saat Pandemi

Diterbitkan

Pada

Penulis

Di Webinar HIPMIKIMDO, Ketua DPD Ungkap 5 Langkah Bantu Pengusaha UMKM Saat Pandemi
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (ist/net)
Baca Berita
Loading...