Connect with us

Ekonomi

Sri Mulyani Sebut Lonjakan Covid Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Diterbitkan

Pada

Sri Mulyani Sebut Lonjakan Covid Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Menkeu Sri Mulyani mengatakan lonjakan kasus penularan covid-19 di sejumlah daerah khususnya DKI Jakarta akan mempengaruhi realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021. Menurutnya, realisasi pertumbuhan ekonomi periode April-Juni 2021 berpotensi lebih rendah dari proyeksi.

“Kenaikan lonjakan besar beberapa daerah, DKI Jakarta, ini jadi pusat perhatian. Minggu-minggu ini akan akan mempengaruhi kuartal II 2021 karena kan kuartal II 2021 sampai Juni,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (21/6/2021).

Sri Mulyani memprediksi ekonomi kuartal II 2021 berkisar 7,1 persen-8,3 persen. Namun, angkanya bisa jadi berubah karena angka penularan covid-19 semakin melonjak setiap harinya.

“Bulan lalu kami menyampaikan proyeksi kuartal II 2021, seiring kenaikan covid-19 mungkin upper end nya akan lebih rendah,” ujar Sri Mulyani.

Meski realisasi ekonomi kuartal II 2021 berpotensi lebih rendah dari proyeksi, tetapi ia mengklaim angkanya tetap akan lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal II 2020. Hanya saja, Sri Mulyani tak memberikan gambaran lebih detail.

“Tapi kami mengetahui kuartal II tetap rebound dan recovery juga karena tahun lalu kuartal II nya dalam sekali kontraksinya,” jelas Sri Mulyani.

Diketahui, jumlah kasus penularan covid-19 bertambah 14.536 hari ini. Artinya, total kasus positif covid-19 tembus 2 juta orang.

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan dari total kasus positif tersebut, sebanyak 1.801.761 di antaranya telah sembuh. Jumlah pasien yang sembuh itu bertambah 9.233 dari hari sebelumnya.

Sementara itu, sebanyak 54.956 orang di antaranya meninggal dunia. Pasien yang wafat usai terinfeksi virus corona bertambah 294 dari posisi kemarin.

Lalu, jumlah kasus di DKI Jakarta bertambah 5.582 orang per Minggu (20/6). Dari tambahan itu, 224 di antaranya adalah anak berusia 0-5 tahun.

Secara total, jumlah kasus covid-19 di ibu kota mencapai 474.029 kasus. Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 435.982 dengan tingkat kesembuhan 92,0 persen dan total 7.905 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7 persen.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Laik Fungsi Secara Teknis, Tol Cibitung-Cilincing Seksi 1 Siap Dioperasikan Besok

Diterbitkan

Pada

Penulis

Laik Fungsi Secara Teknis, Tol Cibitung-Cilincing Seksi 1 Siap Dioperasikan Besok
Tol Cibitung-Cilincing Seksi 1 (ist/net)
Baca Berita

DPR

Bila Importasi Produk Dibatasi, DPR Bilang Sektor Pertanian Bakal Semakin Maju

Diterbitkan

Pada

Penulis

Bila Importasi Produk Dibatasi, DPR Bilang Sektor Pertanian Bakal Semakin Maju
Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin (ist/net)
Baca Berita

Headline

Belum Tahu Kapan Pandemi Usai, Presiden Minta Pelaku Usaha “Tahan Banting”

Diterbitkan

Pada

Penulis

Belum Tahu Kapan Pandemi Usai, Presiden Minta Pelaku Usaha "Tahan Banting"
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita
Loading...