Connect with us

Politik

Soal Status Imam Besar Habib Rizieq, MUI: Itu yang di FPI

Diterbitkan

Pada

Soal Status Imam Besar Habib Rizieq, MUI: Itu yang di FPI
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menjelaskan terkait status Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Soal Imam Besar ini muncul di sidang Habib Rizieq Shihab. Anwar mengatakan status imam besar bagi Habib Rizieq itu diibaratkan sama dengan pemimpin di organisasi FPI (yang kini telah dibubarkan).

Anwar mengatakan dalam Islam, istilah imam dapat diartikan beragam, dimulai dari pemimpin saat salat, imam di masjid. Serta bermakna sebagai imam secara sosiologis seperti pemimpin di sebuah organisasi dan pemimpin pemerintah.

Anwar menilai boleh saja memakai istilah imam besar di dalam suatu organisasi. Namun mesti diartikan sebagai imam besar dalam kelompok itu saja, sebab dalam islam terdapat beragam organisasi keagamaan dengan sebutan pimpinan yang berbeda-beda.

“Ya boleh aja, istilahnya kan ada istilah ketua umum. Kalau di NU itu ada Tanfidziyah, ada Syuriah, ada Mustasyar kan gitu ya, kalau ketuanya kemarin Pak Shabri Lubis kan FPI, cuma mereka menggunakan istilah imam besar, kaya dewan pembina, kan kalau di partai kan ada ketua dewan pembina itu kan dianggap yang paling tinggi,” kata Anwar saat dihubungi, Senin (14/6/2021).

“Dulu Pak Harto kan ketua dewan pembina kan cuma mungkin bagi mereka istilahnya bukan dewan pembina, imam besar mungkin ya,” imbuhnya.

Anwar mengatakan seorang ditunjuk menjadi imam besar organisasi itu berdasarkan dari kesepakatan, bentuknya juga ada pemilihan. Anwar mengatakan status imam besar Habib Rizieq Shihab merujuk sebagai pimpinan FPI saja, bukan sebagai imam besarnya organisasi islam lainnya seperti PBNU atau Muhammadiyah.

“Jadi kalau misalkan imam besar Habib Rizieq Shihab, tapi itu hubungannya dengan FPI. Habib Rizieq bukan imam besarnya orang NU, bukan imam besarnya orang Muhammadiyah, tapi imam besarnya FPI, kadang-kadang orang gak tahu,” ungkapnya.

“Ya imam besar umat islam, tapi umat islam yang di FPI. Umat islam itu kan punya organisasi-organisasi itu kan NU, Muhammadiyah, FPI. FPI rapat menunjuk Habib Rizieq sebagai imam besar, dia bertanya dia imam besar apa dia imam besar umat islam tapi imam besar yang di FPI, di NU nggak ada memakai istilah imam besar, di muhammadiyah ga ada istilah imam besar,” tambahnya.

Diketahui FPI telah dilarang oleh pemerintah. Namun apakah status imam besar itu lantas juga dilarang? Anwar Abbas mengaku tidak tahu.

“Wah gatau tuh, itu istilah imam besar itu ya kaya kiyai ya. Kiyai itu nggak ada SK-nya tuh, orang manggil kiyai, orang manggil imam besar nggak ada SK gimana mau membubarkan itu,” katanya.

Sebelumnya, Kongres 212 telah mengangkat Habib Rizieq Shihab sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia. Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan kongres itu menguatkan komitmen seluruh alumni mengangkat Habib Rizieq Syihab sebagai Imam Besar Umat Indonesia.

“Inti dari maklumat kami semua peserta kongres menguatkan kembali komitmen kembali seluruh alumni 212, Habib Rizieq sebagai imam besar umat Indonesia. Oleh karenanya, meminta dengan sangat kepada pemerintah menghentikan kriminalisasi kepada kita seluruh kasus yang dimanipulasi,” kata Slamet di panggung Reuni 212, Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).

Sebelumnya, tanggapan jaksa terhadap pleidoi Habib Rizieq Shihab merembet hingga ke status imam besar. Jaksa juga menyebut Rizieq kerap kali melempar tudingan tanpa dasar yang jelas.

“Bahwa Terdakwa dan penasihat hukum dituntut harus tajam atas kasus, masalah yang dihadapinya, bijak secara hukum, dan beriktikad dalam menghadapinya dengan dalil-dalil hukum yang kuat dan tidak perlu mengajukan pembelaan dengan perkataan yang melanggar norma bangsa dengan kata-kata yang tidak sehat yang mengedepankan emosional, apalagi menghujat,” ucap jaksa saat membacakan replik atau tanggapan atas pleidoi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Senin (14/6/2021).

Dalam perkara ini, Rizieq didakwa membuat keonaran berkaitan dengan penyebaran hoaks tes swab di RS Ummi, Bogor. Habib Rizieq dituntut 6 tahun penjara.

Menurut jaksa, Rizieq sembarangan menuding jaksa dan sejumlah tokoh sebagaimana dalam pleidoi Rizieq yang dibaca pada Kamis, 10 Juni kemarin. Jaksa menuding Rizieq sering mengumpat dengan kata-kata yang tidak etis.

“Sudah biasa berbohong, manuver jahat, ngotot, keras kepala, iblis mana yang merasuki, sangat jahat dan meresahkan, sebagaimana dalam pleidoi. Kebodohan dan kedungungan, serta kebatilan terhadap aturan dijadikan alat oligarki sebagaimana pada pleidoi,” katanya.

“Kalimat-kalimat seperti inilah dilontarkan Terdakwa dan tidak seharusnya diucapkan yang mengaku dirinya ber-akhlakul karimah, tetapi dengan mudahnya terdakwa menggunakan kata-kata kasar sebagaimana di atas. Padahal status terdakwa sebagai guru, yang dituakan, tokoh, dan berilmu ternyata yang didengung-dengungkan sebagaimana imam besar hanya isapan jempol belaka,” imbuh jaksa.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Kata Golkar, Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi Bukti Kinerja Pemerintah Tercapai

Diterbitkan

Pada

Kata Golkar, Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi Bukti Kinerja Pemerintah Tercapai
Dito Ganinduto Golkar/Net
Baca Berita

Politik

Legislator PKS Tolak Privatisasi Aset-aset Negara di Sektor Ketenagalistrikan

Diterbitkan

Pada

Legislator PKS Tolak Privatisasi Aset-aset Negara di Sektor Ketenagalistrikan
Baca Berita

Headline

PAN Kritik AHY Hamburkan Uang Untuk Baiaya Baliho Di Berbagai Daerah Ditengah Pandemi, Ini Jawaban Demokrat

Diterbitkan

Pada

PAN Kritik AHY Hamburkan Uang Untuk Baiaya Baliho Di Berbagai Daerah Ditengah Pandemi, Ini Jawaban Demokrat
Baca Berita
Loading...