Connect with us

Ekonomi

‘Securities Crowdfunding’ Jadi Alternatif Pendanaan UMKM

Diterbitkan

Pada

ilustrasi (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran dan kontribusi yang penting bagi perekonomian nasional.

Sebagai gambaran singkat, berdasarkan press release Kementerian Koperasi dan UKM bulan Agustus 2020, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto Indonesia mencapai rata-rata 60%, sementara kontribusinya dalam menyerap tenaga kerja mencapai 96,8% dari total tenaga kerja di Indonesia.

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak awal tahun 2020, telah cukup memukul keberlangsungan usaha para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Survei yang diterbitkan Asian Development Bank pada Juli 2020 lalu menunjukkan dampak pandemi COVID-19 terhadap UMKM di Indonesia, dimana sebanyak 50% UMKM menutup usaha, sebanyak 88% usaha mikro tidak memiliki kas atau tabungan atau kehabisan pembiayaan keuangan, dan sekitar 60% usaha mikro mengurangi tenaga kerja.

Dalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan agar dukungan kepada sektor UMKM menjadi prioritas dalam Pemulihan Ekonomi Nasional.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen saat Webinar Securities Crowdfunding-Alternatif Pendanaan UMKM pada Selasa (8/6/2021).

Hoesen menambahkan, mengingat pentingnya peran UMKM dalam perekonomian nasional dan juga memperhatikan amanat Presiden Republik Indonesia untuk mendukung keberlangsungan UMKM di Indonesia, OJK selaku lembaga yang diamanatkan untuk mengatur, mengawasi dan melindungi sektor jasa keuangan Indonesia, akan senantiasa berpartisipasi aktif dalam mewujudkan amanat tersebut, termasuk mendukung program pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.

“Salah satu terobosan yang dilakukan OJK dalam mendukung perkembangan financial technology di industri Pasar Modal antara lain dengan menerbitkan POJK Nomor 57/POJK.04/2020 tentang Penawaran Umum Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi atau yang sering dikenal dengan istilah Securities Crowfunding/SCF,” kata Hoesen.

Ia menjelaskan, OJK dalam meluncurkan Securities Crowdfunding ini tentu bukan tanpa alasan. Namun, dengan pertimbangan yang matang dan juga mencermati serta mengadopsi budaya yang sangat lekat di tengah masyarakat kita, yaitu budaya Gotong Royong/Ngayah dalam istilah Bali atau Mappalus dalam istilah Minahasa atau Masohi dari Maluku yang bertujuan untuk membantu sesama.

“Jika kita cermati bersama, istilah crowdfunding itu dapat diartikan sebagai urunan dana atau patungan dengan tujuan membantu saudara, kerabat, atau sahabat kita yang sedang membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Menurut Hoesen, budaya-budaya tersebut kemudian terserap ke dalam bentuk aktivitas bisnis di Pasar Modal melalui konsep penawaran efek. Hanya saja, mekanismenya dilakukan melalui aplikasi/platform digital atau sering kita sebut dengan istilah financial technology securities crowdfunding.

Hoesen menuturkan, pada awalnya, kegiatan fintech crowdfunding ini diatur dalam POJK Nomor 37 tahun 2018 tentang Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi atau sering disebut Equity Crowdfunding/ECF.

“Setelah kami evaluasi, kegiatan ECF ini ternyata masih memiliki banyak keterbatasan, diantaranya jenis pelaku usaha harus berbadan hukum PT dan jenis Efek yang dapat ditawarkan hanya berupa saham,” katanya.

Sebagai gambaran, sampai akhir Desember 2020 lalu, jumlah penerbit/pelaku UMKM yang memanfaatkan Equity Crowd Funding (ECF) dari 4 penyelenggara, baru mencapai 129 Penerbit (perusahaan) dengan jumlah dana yang dihimpun mencapai Rp191,2 miliar.

Jika dibandingkan dengan total jumlah UMKM yang ada di Indonesia, yang menurut data Kemenkop UKM tahun 2018, telah mencapai 64 juta pelaku usaha, jumlah penerbit ECF tersebut masih terbilang sangat sedikit.

Berkaca dari evaluasi yang telah dilakukan, khususnya terkait dukungan OJK terhadap UMKM, OJK memutuskan untuk mencabut POJK Nomor 37 tahun 2018 dan menggantinya dengan POJK Nomor 57 tahun 2020.

“Perubahan ketentuan ini bertujuan untuk memperluas jenis pelaku usaha yang dapat terlibat, dari sebelumnya hanya berbadan hukum PT, sekarang meliputi juga badan usaha seperti CV, Firma, dan Koperasi. Selain itu POJK 57 tersebut juga memperluas jenis Efek yang dapat ditawarkan, dari sebelumnya hanya berupa saham, sekarang diperluas menjadi Efek berupa Obligasi dan Sukuk,” ujar Hoesen.

Selain itu, lanjutnya, di samping memberikan kemudahan dari sisi penerbit (UMKM), kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan kesempatan luas bagi para investor ritel, khususnya yang berdomisili di daerah kedudukan UMKM yang menerbitkan SCF untuk turut berkontribusi untuk pengembangan ekonomi di daerahnya masing-masing.

Sebagai informasi, pasca diterbitkannya POJK Nomor 57 tahun 2020, hingga 31 Mei 2021 kemarin, total penyelenggara sudah bertambah menjadi 5. Di samping itu, jumlah penerbit/pelaku UMKM yang memanfaatkan Equity Crowd Funding (ECF) juga mengalami pertumbuhan sebesar 17,05% (ytd) menjadi 151 penerbit. Jumlah dana yang berhasil dihimpun juga mengalami peningkatan sebesar 43,02% (ytd) menjadi sebesar Rp273,47 miliar. Dari sisi pemodal juga mengalami pertumbuhan sebesar 49,06% (ytd), dari sebelumnya per 31 Desember 2020 hanya berjumlah 22.341, menjadi sebanyak 33.302 investor.

“Kami sangat mengapresiasi ALUDI (Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia) yang terus berkomitmen mendukung pengembangan industri ini, dan diharapkan semua kepala daerah, DPRD, pimpinan ormas, asosiasi, dan civitas academika khususnya di wilayah Sulawesi, Maluku, Papua serta Bali dan Nusa tenggara dapat turut berpartisipasi aktif dalam menumbuhkembangkan SCF ini demi kemajuan UMKM dan perekonomian Indonesia,” pungkasnya. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Ratusan UMKM di Kediri Ajukan Bantuan ke Kemenkop UKM

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

Ekonomi

Kemenkop Sosialisasikan PP No 7/2021 ke Pengusaha Mikro di Ciamis

Diterbitkan

Pada

Penulis

ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Ekonomi

Airlangga Berharap Gelaran WSBK di Mandalika Geliatkan Perekonomian Lombok

Diterbitkan

Pada

Penulis

(ist/net)
Baca Berita
Loading...