Sebut Kinerja KPK Firli Cs Baik, ICW: Fahri Hamzah Halusinasi

  • Bagikan
Sebut Kinerja KPK Firli Cs Baik, ICW: Fahri Hamzah Halusinasi
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Mantan pimpinan DPR RI, Fahri Hamzah, menilai KPK era Firli Bahuri tidak akan banyak melakukan operasi tangkap tangan (OTT) tapi lebih berorientasi kepada audit.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menilai pernyataan Fahri Hamzah hanya sekadar halusinasi. Sebab, KPK di bawa kepemimpinan Firli menurutnya belum menghasilkan prestasi sama sekali.

“ICW menilai pendapat yang dilontarkan oleh Fahri Hamzah tak lebih hanya sekadar halusinasi semata. Betapa tidak, KPK di bawah komando Firli Bahuri praktis belum menunjukkan prestasi sama sekali,” kata Kurnia dalam keterangannya, Sabtu (12/6/2021).

“Yang terlihat justru panen kontroversi. Mulai dari jumlah penindakan yang anjlok, kebocoran informasi, rangkaian pelanggaran etik, melindungi politisi-politisi, sampai pemecatan paksa 75 pegawai KPK,” lanjutnya.

Kurnia mengatakan pihaknya tidak heran dengan pernyataan Fahri. Menurutnya, Fahri memang tidak pernah berupaya untuk memperkuat KPK.

“Bahkan, KPK saat ini bukan lagi sebagai lembaga yang paling dipercaya oleh publik. Dalam catatan ICW, setidaknya ada delapan lembaga survei yang mengonfirmasi hal tersebut. Namun, ICW tidak lagi kaget mendengar pernyataan itu dari Fahri Hamzah, sebab, sedari awal yang bersangkutan memang enggan untuk memperkuat KPK,” ujarnya.

Sebelumnya, Fahri Hamzah melihat KPK era Firli Bahuri tidak akan banyak melakukan OTT. Fahri menyebut KPK bakal lebih berorientasi kepada audit.

“Kalau kita penginnya sensasi lagi, tangkap sana, tangkap sini, kemungkinan sudah nggak banyak lagi, nggak banyak lagi, karena orientasinya dari ngintip ke audit. Sebenarnya itu yang benar,” kata Fahri, Jumat (11/6).

Fahri mengkritik kinerja KPK yang disebutnya selama ini mengintip amplop ketimbang melihat audit. Menurutnya, audit merupakan alat yang tepat untuk menemukan adanya indikasi korupsi.

“Kalau mau memberantas korupsi jangan ngintip amplop, amplop kecil, Bos. Intip audit. Audit itulah alat untuk menemukan korupsi yang benar, karena auditor negara ini sensitif dengan penyimpangan. Ibarat pipa (ada) lubang dikit tahu. Auditor kita kelas dunia lho, dia audit PBB lho,” ujar Fahri.

“Ini yang namanya BPK jangankan diajak kerja sama sama KPK, malah dimusuhin. Sampai sekarang tuh, BPK masih tunggu sinyal apakah kita bisa kerja sama atau nggak,” tambahnya.[prs]

  • Bagikan