Connect with us

Daerah

Saksi Bantah Keterangan Dalam BAP

Diterbitkan

Pada

Saksi Bantah Keterangan Dalam BAP
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, kembali menggelar sidang kasus dugaan tindak pidana menghalang – halangi penyidikan dalam kasus dugaan korupsi aset daerah berupa tanah seluas 30 Ha di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Jumat (25/06/2021).

Sidang dengan agenda pemeriksaan Zulkarnaen Djudje sebagai saksi untuk terdakwa Ali Antonius dipimpin majelis hakim, Paula Fransiska Nino. Terdakwa Ali Antonius didampingi kuasa hukumnya, dr. Mel Ndamanu. Turut hadir JPU, Herry C. Franklin dan Emerensiana Jehamat.

Zulkarnaen Djudje dalam persidangan membantah sebagain Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap dirinya oleh penyiidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), Roy Riady.

Menurut Zulkarnaen, keterangannya dalam BAP ketika diperiksa oleh penyidik Roy Riady sebagian keyerangannya benar dan sebagian keterangannya tidak benar.

“Majelis hakim yang mulia, keterangan saya didalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang diperiksa oleh penyidik Kejati NTT, Roy Riady, sebagian benar sebagiannya tidak benar,” tegas Zulkarnaen.

Saksi juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan keterangan bahwa yang memberikan arahan untuk dirinya saat menjadi saksi di PN Kelas IA Kupang untuk sidang pra peradilan adalah terdakwa Ali Antonius dan Agustinus CH. Dula (mantan Bupati Mabar).

Namun, saksi Zulkarnaen Djudje mengakui bahwa dirinya yang menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) saat dirinya diperiksa oleh penyidik Kejati NTT, Roy Riady.

Bahkan, dalam persidangan Zulkarnaen Djudje menegaskan bahwa kematian ayahnya (alm. Adam Djudje) disebabkan oleh Flori Adu. Namun, pernyataan atau imformasi itu datang dari penyidik Kejati NTT, Roy Riady.

Namun, saat JPU Kejati NTT, Herry C. Franklin bertanya apakah benar yang mengarahkan saksi untuk memberikan keterangan di PN Kelas IA Kupang adalah Ali Antonius, saksi Zulkarnaen Djudje membenarkan itu.

Namun, anehnya secara tiba – tiba, saksi kembali membantah hal itu. Dimana, saksi menegaskan bahwa itu tidak benar. Dan, Ali Antonius tidak pernah mengarahkan dirinya untuk memberikan keterangan demikian.

Menurut saksi, didalam BAP yang benar adalah dirinya merasa kecewa karena tidak pernah dikunjungi oleh terdakwa Ali Antonius, setelah ditangkap oleh penyidik Kejati NTT di rumah terdakwa Ali Antonius.

“Majelis hakim, keterangan itu tidak benar. Yang benar saya kecewa karena tidak dikunjungi oleh Ali Antonius setelah ditangkap jaksa. Jujur, satu minggu kemudian hampir saja Harum Fransiskus mengalami gangguan karena sudah mulai bicara sendiri didalam sel tahanan Kejati NTT,” tegas saksi.(rey)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Tanggapi UNESCO, Gubernur NTT: Pembangunan Infrastruktur di TNK untuk Keselamatan Pengunjung

Diterbitkan

Pada

Penulis

Tanggapi UNESCO, Gubernur NTT: Pembangunan Infrastruktur di TNK untuk Keselamatan Pengunjung
Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (ist/net)
Baca Berita

Daerah

Kapolda NTT Berharap Tokoh Agama Bantu Beri Pemahaman Prokes pada Umat

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kapolda NTT Berharap Tokoh Agama Bantu Beri Pemahaman Prokes pada Umat
Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif (ist/net)
Baca Berita

Daerah

Pemberlakuan Ganjil-genap di Kota Bogor Kembali Diperpanjang

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pemberlakuan Ganjil-genap di Kota Bogor Kembali Diperpanjang
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita
Loading...