Connect with us

Metropolitan

RSUD Kota Bekasi Terancam Tutup, Ini Penyebabnya

Diterbitkan

Pada

RSUD Kota Bekasi Terancam Tutup, Ini Penyebabnya
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi membenarkan RSUD Kota bekasi saat ini kritis keuangan, pasalnya menurut pepen sapaan sehari – hari walikota Bekasi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi terancam tutup karena keuangan.

Penyebabnya, kata dia, karena piutang belum dibayar BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan kepada RSUD Kota Bekasi sebesar Rp 81 miliar, dan itu juga merupakan biaya perawatan pasien Covid-19.

“Tagihan rumah sakit umum daerah hampir Rp81 miliar, baik di BPJS Kesehatan maupun di Kementerian Kesehatan,” kata pria akrab disapa Pepen ini, Kamis(24/6/2021).

Menurut Pepen, tantangan akan bertolak ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memberikan dan mengecek tagihan RSUD Kota Bekasi.

“Sekarang ini saya mau ke BPKP mau menyampaikan tagihan RUSD hampir Rp81 miliar baik di BPJS maupun di Kemenkes, biar jelas,” kata Pepen.

Pepen mengaku, telah mengirimkan surat resmi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna mencari solusi.

Sehingga baik baik maupun DPRD Kota Bekasi dapat lebih leluasa untuk memfokuskan kembali anggaran demi penanganan Covid-19.

“Sisa anggaran penanganan Covid-19 di Kota Bekasi semakin menipis,” kata dia.

Dia mengatakan, anggaran penanganan Covid-19 dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Bekasi tahun 2021 ditetapkan sebesar Rp175 miliar.

“Terakhir kan ada Rp 175 miliar, kami persiapkan buat tahun ini. Tapi kemarin saya mendapat laporan tinggal Rp16 miliar atau Rp20 miliar,” keluh Pepen.

Pepen menjelaskan, anggaran paling banyak dipakai untuk pemeriksaan PCR.

“Pelaksanaan vaksinasi massal juga menelan banyak biaya, seperti untuk pengadaan tenda hingga kebutuhan operasional lainnya,” kata dia.

Dia memastikan, Pemkot Bekasi akan berkreasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mencari solusi agar Pemkot dan DPRD Kota Bekasi bisa lebih leluasa melakukan refocusing anggaran.

“Ke Kemendagri dan ke BPKP, apa yang harus kami lakukan, supaya langkah kami ini enggak salah,” ujar dia. Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan masih berutang kepada RSUD Kota Bekasi sebesar Rp 81 miliar sejak Desember 2020,” tegas dia.

Hal itu berdampak pada pelayanan dan operasional rumah sakit, serta penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemkot Bekasi.

“Mulai tersendat, kalau bensin sekarang nih, taruhlah tadinya full, terus sekarang ada piutang nih ya, setengah lebihlah, sampai Rp 80 miliar. Nah, itu mulai terganggu. Lama-lama kan kering, kalau kering kan batu-batuk nanti,” ujar Pepen.

Jika kondisi seperti saat ini masih berlangsung hingga sebulan ke depan, Rahmat menjelaskan, RSUD Kota Bekasi terancam “shut down” .

“Kalau sebulan lagi terus begini ya enggak ada duitlah, dari mana nanti. Kan o rang mesti di gaji. Apalagi kan RSUD kami tuh BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) kan. J adi, mesti antisipasi,” tegs Pepen. (Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metropolitan

Perhatian! Anies Wajibkan Pengunjung Mal, Hotel, Pasar, Supermarket, Warteg di DKI Telah Divaksin

Diterbitkan

Pada

Perhatian! Anies Wajibkan Pengunjung Mal, Hotel, Pasar, Supermarket, Warteg di DKI Telah Divaksin
Baca Berita

Headline

BMKG Prediksi Sebagian Wilayah Jakarta Akan Diguyur Hujan Pada Siang Hari Ini

Diterbitkan

Pada

Penulis

BMKG Prediksi Sebagian Wilayah Jakarta Akan Diguyur Hujan Pada Siang Hari Ini
Baca Berita

Metropolitan

PPKM Diperpanjang, Bupati Bogor Minta Pengusaha Hotel dan Restoran Bersabar

Diterbitkan

Pada

PPKM Diperpanjang, Bupati Bogor Minta Pengusaha Hotel dan Restoran Bersabar
Bupati Bogor Ade Yasin/Net
Baca Berita
Loading...