Ribuan Warga Israel Turun ke Jalan Untuk Merayakan Lengsernya PM Netanyahu

  • Bagikan
Ribuan Warga Israel Turun ke Jalan Untuk Merayakan Lengsernya PM Netanyahu
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ribuan warga Israel turun ke jalan-jalan di Tel Aviv dan Yerusalem untuk merayakan lengsernya Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu setelah 12 tahun berkuasa. Netanyahu resmi digantikan oleh pemimpin baru, Naftali Bennett, pada hari Minggu.

Balai kota Tel Aviv diterangi warna bendera nasional Israel untuk perayaan lengsernya Netanyahu. Di alun-alun di depannya, penduduk kota mengibarkan bendera dan bersulang dengan musik yang menggelegar sebagai latar belakang. Gelembung sabun juga terlihat beterbangan di udara.

Menurut perkiraan media lokal, ribuan orang telah berkumpul di Rabin Square di Tel Aviv.

Jurnalis setempat, Noga Tarnopolsky, melaporkan kota Tel Aviv merayakan akhir era Netanyahu yang sudah berlangsung selama 12 tahun. Orang-orang bertepuk tangan, bersorak, dan mengibarkan bendera saat Parlemen atau Knesset dengan suara mayoritas merestui pemerintahan baru.

Media lokal, Kann News, melansir beberapa video dari alun-alun Tel Aviv saat pengumuman Bennett sebagai perdana menteri dan sorak-sorai dari kerumunan.

Di Yerusalem, orang-orang menabuh genderang dan sebagian mengenakan kemeja Ibrani. Dari ribuan orang yang merayakan lengsernya rezim Netanyahu ada mantan panglima militer Moshe Ya’alon.

“Kita akan mengakhiri era gelap bagi Israel,” kata Ram Shamir, salah satu pengunjuk rasa anti-Netanyahu.

Netanyahu diperkirakan akan mentransfer kekuasaan ke Bennett pada hari Senin (14/6/2021) selama pertemuan di Kantor Perdana Menteri di Yerusalem.

Selama masa jabatannya sebagai perdana menteri, Netanyahu mengawasi penandatanganan Kesepakatan Abad Ini, empat perjanjian normalisasi dengan pemerintah Arab, dan tiga konfrontasi dengan Jalur Gaza, Palestina.

Momen penting lainnya adalah saat Amerika Serikat memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem, dan mengakui kota tua itu sebagai Ibu Kota Israel.

Menurut kesepakatan koalisi, Bennett akan menjadi kepala pemerintahan selama dua tahun ke depan, kemudian digantikan oleh mitra koalisinya, Yair Lapid. Pada pemungutan suara hari Minggu, 60 anggota Knesset mendukung pembentukan pemerintahan baru dan 59 anggota menentang.

Perjanjian koalisi dengan Lapid ditandatangani oleh para pemimpin delapan partai yang masuk Knesset. yakni Partai Yesh Atid, Kahol-Laban, Yamina, Avoda, Yisrael Beiteinu, Tikva Hadasha, Meretz dan Partai Ra’am Arabic (United Arab List).

Bulan lalu, Presiden Israel Reuven Rivlin memberi pemimpin oposisi Yesh Atid Lapid mandat untuk membentuk pemerintahan koalisi setelah pemilu ke-24 di Knesset.

Netanyahu ditugaskan untuk membentuk pemerintahan baru pada awal April, tetapi gagal membentuk kabinet pada 5 Mei, sehingga mandat tersebut diberikan kepada pemimpin oposisi.(Din)

  • Bagikan