Connect with us

DPR

Puan Maharani Sebut Manusia Indonesia Jadi Subyek Kemajuan Peradaban

Diterbitkan

Pada

Puan Maharani Sebut Manusia Indonesia Jadi Subyek Kemajuan Peradaban
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua DPR RI, Puan Maharani mengungkapkan, jika saat ini dunia sedang berada dalam gelombang Industri 4.0 di mana peran robotik, kecerdasan buatan, blockchain, crypto, dan algoritma kesadaran akan menggantikan peran manusia dalam menangani pekerjaan.

“Yang terjadi, bukan saja pergantian generasi secara biologis, tetapi pergantian gaya hidup, jenis pekerjaan dan pandangan terhadap identitas diri. Lalu bagaimana mengaktualisasikan semangat yang bersumber dari warisan sejarah di masa seperti ini?” kata Puan dalam keterangannya, Sabtu (19/6/2021).

Dia juga menekankan bahwa mengimplementasikan kebijakan negara pada ranah praksis harus mampu menyentuh sendi-sendi yang paling dasar dalam kehidupan masyarakat. Hal ini penting agar masyarakat siap untuk menghadapi gegar teknologi, memanfaatkannya untuk kemajuan dan menghindari dampak negatifnya.

Di sisi lain, pada awal januari 2019, melalui Forum Ekonomi dunia 2019 di Davos, Swiss, muncul gagasan Society 5.0 atau Masyarakat 5.0. Konsep ini menawarkan ide mengenai masyarakat yang berpusat pada manusia, untuk menyeimbangkan kemajuan ekonomi sekaligus mampu menyelesaikan masalah sosial.

Masyarakat 5.0 hendak menempatkan teknologi sebagai bagian dari manusia. Manusia pun memiliki kepuasan terhadap hasil kerja sehingga berdampak positif terhadap tingkat produktivitas dan kesejahteraan.

“Dalam pemikiran saya, pada konteks masyarakat 5.0 di mana menempatkan manusia sebagai subyek dan pusat dari kemajuan peradaban, maka pembangunan manusia yang demikian itu, haruslah berlandaskan pada ide tentang Manusia Indonesia dan Kebudayaan Indonesia,” kata Mantan Menko PMK ini.

Menurut Puan, manusia Indonesia ialah manusia yang berakar pada tanah airnya, bertumbuh dalam kebudayaan bangsanya, serta memiliki jiwa bangsanya, yaitu berjiwa Pancasila.

Dengan berpegang teguh terhadap prinsip tersebut, saat menjalankan kewajiban sebagai Menko PMK, dia menempuh beberapa kebijakan untuk memperkuat program-program aksi kebudayaan yang bisa menjadi dasar untuk menuju masyarakat 5.0.

Salah satu program strategis nasional di mana Kemenko PMK menjadi leading sektor adalah Revolusi Mental. Program ini, lanjut Puan, merupakan gerakan kebudayaan untuk merubah dan membangun cara pikir, cara kerja, dan cara hidup, yang lebih baik dan berkemajuan dengan berlandaskan pada jiwa bangsa Indonesia.

“Sebagaimana pernah saya sampaikan pada berbagai kesempatan bahwa Revolusi Mental menjadi landasan penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” kata Politikus PDI Perjuangan ini.

Pelaksanaan program tersebut bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air, rasa percaya diri, optimisme, serta daya kreatif dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan dalam membangun kualitas dan kemajuan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Oleh karena itu, Revolusi Mental adalah merupakan bagian dari proses pembentukan karakter bangsa dalam rangka mewujudkan cita cita kemerdekaan,” kata Puan.

Kesuksesan Gerakan Nasional Revolusi Mental, lanjut dia, dapat disaksikan bersama saat penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games di Jakarta dan Palembang tahun 2018 lalu.

“Hal tersebut menjadi bukti bahwa dengan kekuatan kepribadian kebudayaan kita sebagai bangsa yaitu gotong royong, maka kita dapat menggerakan energi terbaik bangsa untuk meraih kesuksesan,” ucap Puan.

Dia membeberkan praktik-praktik Gerakan Nasional Revolusi Mental yang memperlihatkan kekuatan gotong royong untuk mencapai kemajuan dan kesuksesan. Penyelenggaraan perhelatan kompetisi olahraga internasional tersebut melibatkan semua kemampuan terbaik anak bangsa Indonesia.

“Mulai dari membangun infrastruktur GBK serta persiapan di Wisma Atlet, mengelola kenyaman para tamu dan atlet yang berjumlah lebih dari 25.000 orang dari 45 Negara, manajemen luar biasa dari 16.000 Relawan yang ramah juga menghidangkan konsumsi untuk seluruh tamu dan atlet. Itu butuh gotong royong yang solid,” kata Puan penuh bangga.

Dia juga menyebutkan bahwa relawan tersebut mengelola kegiatan di arena venue-venue yang ada sehingga tertib dan bersih. Mereka juga yang saat itu mengelola teknologi di GBK dan venue pertandingan. Tak hanya itu, para atlet Indonesia juga telah bekerja keras meraih medali.

“Sukses penyelenggaraan dan prestasi para atlet kita di Asian Games dan Asian Para Games 2018 telah membuktikan bahwa kita mampu melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik,” Puan menuturkan.

Menurut dia, Gerakan Nasional Revolusi Mental telah mengambil bagian dalam proses pembentukan karakter manusia Indonesia juga membentuk kepribadian bangsa dalam kebudayaan.

“Konsep Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang dilakukan selama saya menjadi Menko adalah upaya untuk membangun manusia dan kebudayaan yang berkarakter dan berjiwa Indonesia. Budaya untuk menjadi yang lebih baik, berprestasi, dan berkemajuan, inilah yang harus semakin diperluas dalam masyarakat kita,” kata Puan.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Acuh Masukan Soal Calon Anggota BPK, Komisi XI Dilaporkan ke MKD DPR RI

Diterbitkan

Pada

Acuh Masukan Soal Calon Anggota BPK, Komisi XI Dilaporkan ke MKD DPR RI
Baca Berita

DPR

Banggar DPR RI Sebut UMKM Pendukung Ekonomi Tumbuh 7,07%

Diterbitkan

Pada

Banggar DPR RI Sebut UMKM Pendukung Ekonomi Tumbuh 7,07%
Baca Berita

DPR

Mulyanto : Harusnya PLN Punya Pembangkit Sendiri agar Tidak Mengandalkan Swasta

Diterbitkan

Pada

Mulyanto : Harusnya PLN Punya Pembangkit Sendiri agar Tidak Mengandalkan Swasta
Baca Berita
Loading...