1

Produk Pertanian Hilir Banyuwangi Tembus Pasar Nasional

Realitarakyat.com – Produk pertanian hilir Banyuwangi semakin mendapat tempat di pasar nasional, salah satunya adalah buah kupas beku yang memproduksi “Istana Sirsak” Banyuwangi yang telah menembus berbagai kota di Tanah Air.

Sucipto, pemilik “Istana Sirsak”, mengaku, awalnya hanya memiliki modal Rp150 ribu, namun seiring dengan upaya dikenal masyarakat, saat ini dalam satu bulan, omzet berusaha mencapai Rp50 per bulan.

“Saya merintis usaha ini sejak tahun 2014, dan setelah dua tahun saya jatuh bangun, Alhamdulillah mulai tahun 2016 mulai banyak peminatnya,” ungkap Sucipto, Rabu (23/6/2021).

Sucipto menceritakan, mulai merin mengolahtis berusaha karena melihat potensi sirsak di Banyuwangi cukup berlimpah, namun hilirisasinya belum tergarap maksimal, bahkan sirsak yang sudah matang banyak yang dibuang karena tidak bisa dibuang, kemudian muncullah ide untuk memperpanjang usia sirsak, dengan cara dibekukan.

“Alhamdulillah sirsak beku yang saya produksi, bisa memasok sejumlah pabrik dan restoran di berbagai kota, seperti Jakarta, Banjar, Bali, Surabaya, dan Mataram, dan sekarang permintaanya bisa mencapai 1,5 ton,” jelas Sucipto.

Selain sirsak, Sucipto kini mulai memproduksi buah beku lainnya, seperti strawberry, mangga, nangka, kedondong, dan sari markisa serta air jeruk nipis beku.

“Produk kami asli buah segar tanpa pengawet, gula, maupun bahan campuran lain. Sehingga lebih higienis, aman dikonsumsi,” tambah Sucipto.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta Dinas Pertanian mendampingi warga guna meningkatkan produktivitas sirsak, dan produk holtikultura lainnya, serta mendorong masyarakat untuk melihat peluang usaha dari produk pertanian, sehingga produksi yang melimpah, dapat dimanfaatkan masyarakat, untuk bahan olahan makanan lainnya.

“Bisnis buah beku adalah solusi tepat bagi petani hortikultura saat panennya berlimpah. Komoditas yang tidak sempat terjual bisa dibekukan, jadi tidak membusuk percuma. Jadi usaha ini harus kita dukung,” kata Bupati Ipuk.(Din)