Connect with us

Daerah

Polda Kepri Gagal 30 PMI Hendak ke Malaysia Lewat jalur Ilegal

Diterbitkan

Pada

Polda Kepri Gagal 30 PMI Hendak ke Malaysia Lewat jalur Ilegal
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Sebanyak 30 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal diamankan Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri ditangkap di Kampung Simpangan Km 16 Jalan Tanjung Uban, Minggu (6/6/2021).

Dari kasus ini, dua orang jadi tersangka karena berperan sebagai pengurus. Ke-30 PMI iIlegal ini terdiri atas 29 pria dan satu perempuan.

Sementara identitas kedua tersangka yakni Samsul Hadi alias Sul pria kelahiran Lombok 20 April 1973 yang beralamat di Perumnas Air Raja. Kemudian Far alias Hafiz pria kelahiran Tegal.

“Tersangka kedua yakni Far alias Hafiz pria kelahiran Tegal yang beralamat Jalan Bambu kuning kilometer 16 RT 08,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, Senin (7/6/21).

Modus Operandi yang dilakukan kedua tersangka yakni melakukan penampungan dan pengurusan hingga pemberangkatan PMI ke luar negeri tanpa dilengkapi dokumen resmi.

Dimana para PMI ini diberangkatkan melalui pelabuhan ilegal atau tikus, dengan iming-iming mendapatkan gaji yang besar.

Kronologis penangkapan yakni pada Minggu (6/6/21) sekira pukul 09.00 WIB anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri memperoleh informasi dari masyarakat.

Dilaporkan ada beberapa orang calon PMI ilegal yang berada di Kampung Simpangan kilometer 16 Jalan Tanjung Uban akan diberangkatkan untuk bekerja ke Malaysia.

“Mengetahui hal tersebut tim langsung melakukan penyelidikan di kampung simpangan kilometer 16 Jalan Tanjung uban yang diduga terdapat tempat penampungan para calon PMI ilegal, selanjutnya pada pukul 12.30 WIB ditemukan adanya 30 orang calon PMI ilegal asal Lombok yang telah ditampung oleh pelaku,” kata Arie.

Pada saat ditemukan, tersangka sedang melakukan proses pengurusan keberangatannya dengan menawarkan pekerjaan di Negara Malaysia sebagai pekerja kebun sayur dan pekerjaan lainnya dengan menjanjikan penghasilan paling kecil sebulan sebesar Rp3 juta dan paling besar Rp4,5 juta.

Selanjutnya tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri berhasil melakukan penangkapan 2 orang tersebut didekat tempat penampungan.
“Tersangka dan 30 orang korban serta barang bukti untuk dibawa ke Polda Kepri guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Barang bukti yang diamankan dari kasus inj yakni uang sejumlah Rp7,8 juta, Hp Samsung a50s warna hitam, Hp Nokia RM 1134 warna hitam, buku catatan PMI yang telah dikirim ke Malaysia, tiket boarding pass calon PMI sejumlah 2 tiket.

Juga ada surat keterangan pemeriksaan Covid-19 sebanyak dua lembar.

“Pasal yang dipersangkakan pada pelaku yakni dugaan tindak pidana orang perseorangan dilarang melaksanakan penempatan pekerja migran indonesia ke luar negeri tanpa memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia,” ucap Arie.(Din)

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Jaksa Tuntut Tanah Milik Hotel Ayana Komodo Dirampas Untuk Negara

Diterbitkan

Pada

Jaksa Tuntut Tanah Milik Hotel Ayana Komodo Dirampas Untuk Negara
Baca Berita

Daerah

Dua Tahun Lidik Kasus SPAM, Kasi Intel Mengaku Belum Ada Hasil

Diterbitkan

Pada

Dua Tahun Lidik Kasus SPAM, Kasi Intel Mengaku Belum Ada Hasil
Baca Berita

Daerah

Plt. Wali Kota H Waris Thalib Tinjau Mess Pemko Tanjungbalai di Medan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Plt. Wali Kota H Waris Thalib Tinjau Mess Pemko Tanjungbalai di Medan
Baca Berita
Loading...