PKS Usulkan Pemprov DKI Terapkan Mikro Lockdown di Wilayah Zona Merah

  • Bagikan
PKS Usulkan Pemprov DKI Terapkan Mikro Lockdown di Wilayah Zona Merah
Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati /NET/IST
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS Kurniasih Mufidayanti mengusulkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan mikro lockdown di wilayah-wilayah yang masuk zona merah penyebaran virus corona (Covid-19).

“Ini yang harus diwaspadai. Saya mendukung upaya mikro lockdown bagi wilayah di Jakarta yang zona merah. Namun demikian harus juga dibantu masyarakat yang lakukan mikro lockdown dengan sembako dan alat-alat prokes,” kata perempuan yang akrab disapa Mufida itu dalam keterangan resminya, Sabtu (19/6/2021).

Usul itu, kata dia, bisa dilakukan terlebih telah ditemukan corona varian delta (B.1617.2). Varian itu, kata dia, dikhawatirkan lebih mudah menular, terutama di kalangan anak-anak.

Diketahui, kasus aktif positif Covid cenderung meningkat pada anak-anak. Di mana, sekitar 16 persen dari 4.144 kasus aktif yang ditemukan di Jakarta per Kamis (17/6) lalu, sebanyak 661 kasus terjadi pada anak-anak

“Varian yang pertama kali ditemukan di India ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih cepat. Jadi kita harus saling menjaga dan melindungi,” kata Mufida.

Lebih lanjut, Mufida mengatakan penerapan mikro lockdown harus dibarengi dengan kebijakan pengawasan pemerintah daerah setempat. Semisal, RT dan RW di Jakarta yang menerapkan mikro lockdown harus dikawal ketat oleh pihak Satgas

Tak hanya itu, RT dan RW yang mikro lockdown harus diawasi dan dicukupi kebutuhan pangannya oleh pihak kelurahan.

“Jadi kalau sudah mikro lockdown jangan dilepas begitu saja. Harus ada pengawasan yang melekat dari instansi pemerintah,” kata dia.

Tak hanya itu, lonjakan Covid di Jakarta sudah sepatutnya dibarengi dengan kebijakan menarik rem darurat oleh Pemprov DKI.

Ia pun mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menganjurkan agar seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya tetap berada di rumah saja pada akhir pekan, kecuali jika masyarakat memiliki keperluan yang mendesak atau mendasar.

“Libur Sabtu dan Minggu gunakan untuk tetap di rumah. Ini kesempatan bagi kita semua untuk bersama-sama keluarga, mengurangi aktivitas yang berpotensi ada penularan,” kata dia.[prs]

  • Bagikan