Connect with us

Politik

PKS Senayan: Jangan Benturkan Agama dan Nasionalisme

Diterbitkan

Pada

PKS Senayan: Jangan Benturkan Agama dan Nasionalisme
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini merespon serius isu yang memanas beberapa hari terakhir soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) kepada para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terutama pertanyaan atau pernyataan yang membenturkan antara keyakinan agama dan nasionalisme seperti soal lepas jilbab dan memilih antara Al-Qur”an atau Pancasila.

Menurut Jazuli pertanyaan itu jelas menyesatkan, menyimpang, dan merusak tatanan Pancasila dan UUD 1945 yang diwariskan oleh para pendiri bangsa. Secara khusus Jazuli Juwaini mengaitkan kasus ini dengan komitmen peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati tepat hari ini (1 Juni).

“Di momentum hari Lahir Pancasila 1 Juni ini kita semua perlu mengokohkan pemahaman bahwa Pancasila dan konstitusi sejatinya dibangun di atas pondasi agama. Sila pertama Pancasila dan dipertegas Pasal 29 Ayat 1 UUD 1945, negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Membenturkan keyakinan agama dan kebangsaan jelas salah kaprah dan salah arah,” kata Jazuli kepada wartawan, Selasa (1/6/2021).

Tiba-tiba kita dikagetkan pengakuan pegawai KPK saat TWK ditanya soal apakah bersedia melepas jilbab dan ketika dijawab tidak, si penanya menjudge bahwa yang bersangkutan egois. Demikian juga pengakuan pegawai KPK soal pertanyaan untuk memilih antara kitab suci Al-Qur”an atau Pancasila.

“Pertanyaan-pertanyaan tersebut jelas tendensius memisahkan agama dan nasionalisme kebangsaan. Penanya jelas tidak paham sejarah bangsa, sekaligus disadari atau tidak telah merusak dan merongrong kewibawaan Pancasila dan konstitusi,” ungkap Jazuli.

Anggota Komisi I DPR Dapil Banten ini mensinyalir ada upaya membentur-benturkan agama dan kebangsaan yang dilatari prasangka sesat dan phobia terhadap agama serta menganggap ketaatan pada agama sebagai ancaman (radikalisme).

“Radikalisme, komunisme, sekularisme dan isme-isme lain yang bertentangan dengan dasar negara dan konstitusi harus kita lawan. Tapi membenturkan agama dan kebangsaan, dengan sinis menuduh orang agamis yang taat agama sebagai anti kebangsaan jelas salah besar dan harus dihentikan karena jelas bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi itu sendiri,” terang Jazuli.

Pancasila dan UUD 1945, lanjut Ketua Fraksi PKS, justru mendorong setiap warga negara untuk taat dan komitmen pada agamanya masing-masing, bahkan negara menjamin perlindungannya berdasarkan Pasal 29 Ayat 2 UUD.

“Agama, kitab suci, dan nilai-nilai ajarannya dihormati dan dijunjung tinggi di republik ini. Kita negara yang relijius bukan negara sekuler, jadi jangan dibentur-benturkan antara agama dan kebangsaan,” tandasnya.

“Kami menuntut Presiden untuk menginvestigasi masalah ini dan mengevaluasi Tes Wawasan Kebangsaan bagi seluruh pegawai negeri, tidak hanya di KPK, agar kembali pada upaya mengokohkan Pancasila dan konstitusi. Bukan sebaliknya, memunculkan pertanyaan yang justru merusak tatanan nilai kebangsaan kita,” pungkas Jazuli.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metropolitan

Pengamat : Anis Baswedan Akan Berakhir Masa jabatan, Jokowi Akan Tunjuk Risma Plt Gubernur DKI

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pengamat : Anis Baswedan Akan Berakhir Masa jabatan, Jokowi Akan Tunjuk Risma Plt Gubernur DKI
Baca Berita

Politik

Legislator PDIP Minta Pemerintah Ambil Kebijakan Lain Selain PPKM Mikro

Diterbitkan

Pada

Legislator PDIP Minta Pemerintah Ambil Kebijakan Lain Selain PPKM Mikro
Baca Berita

Politik

Kata Fahri, Kebijakan Penanganan Covid Pemerintah Tak Konsisten dan Membingungkan

Diterbitkan

Pada

Kata Fahri, Kebijakan Penanganan Covid Pemerintah Tak Konsisten dan Membingungkan
Baca Berita
Loading...