Connect with us

Metropolitan

Pemprov DKI Siapkan Sejumlah Skenario Terburuk Penanganan Covid

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Marullah Matali menyatakan Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah skenario terburuk dalam pengendalian Covid-19. Kata dia, yakni pemberlakuan mikro lockdown di wilayah dengan zona merah ataupun oranye.

“Pemprov DKI menjalankan worst case scenario yang pertama adalah kebijakan PPKM mikro dengan ketat pada zona oranye dan zona merah dengan konsep mikro lockdown,” kata Marullah dalam video YouTube Pusdalops BNPB, Minggu (27/6/2021).

Dia menjelaskan bahwa kondisi RT di Jakarta saling berhimpitan yang berbeda dengan provinsi lain di Indonesia. Hal tersebut mengakibatkan RT yang berlokasi dekat dengan zona merah harus ikut serta diberlakukan mikro lockdown.

Saat ini, sebanyak 10 RT masuk dalam wilayah zona merah dan 313 RT zona oranye. Sedangkan secara keseluruhan RT di Jakarta berjumlah 30.482 dan 10 RT zona merah tersebar di tujuh kelurahan di Jakarta.

“Makanya mungkin ada beberapa zona merah di RT tertentu sementara RT lain mungkin berdekatan dengan RT zona merah tersebut terpaksa kita lakukan pembatasan-pembatasan atau prokes yang ketat,” paparnya.

Lalu, Marullah juga menyatakan bila ada pembatasan waktu operasional untuk lokasi aktivitas masyarakat. Seperti halnya pembatasan jalanan umum mulai pukul 20.00-04.00 WIB yang berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Ini inisiasi Kapolda Metro Jaya, terimakasih, yang didukung 3 pilar, segenap oleh masyarakat juga, ” ucap dia.

Selanjutnya yakni upaya penambahan kapasitas lokasi perawatan pasien di RS rujukan Covid-19 hingga tempat isolasi untuk para OTG. Kemudian terkait penyediaan mobil ambulans yang bekerjasama dengan pihak kementerian ataupun lembaga, masjid, hingga yayasan.

Marullah juga menyebut pihaknya telah melakukan inventarisir rumah susun di Jakarta yang dapat digunakan sebagai lokasi isolasi mandiri.

“Lalu penyiapan rumah susun sebagai isolasi pasien Covid-19, seperti rumah susun Nagrak, Pasar Rumput. Kemarin kami juga sudah meninjau rumah susun Daan Mogot, Pulogebang dan rumah susun yang lain,” ujar dia.

Selain itu, dia juga mengharapkan agar BNPB dapat mengaktifkan kembali hotel isolasi terkendali yang pernah digunakan untuk pasien. “Bila memungkinkan hotel bagi OTG dihidupkan kembali di luar lokasi yang disiapkan pemerintah daerah,” tutup Marullah.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metropolitan

Ini Alasan 7 Fraksi Tolak Paripurna Interpelasi Formula E

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

Metropolitan

Ngotot Gelar Rapat Paripurna, 7 Fraksi DPRD DKI Laporkan Prasetio Edi ke BK

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi/Net
Baca Berita

Metropolitan

Tidak Kuorum, Rapat Paripurna Interpelasi Formula E Ditunda

Diterbitkan

Pada

Penulis

Paripurna DPRD DKI/Net
Baca Berita
Loading...