Connect with us

Daerah

Pakar Sosiologi : OJK Jangan Biarkan ” Keledai ” Jatuh Pada Lubang Yang Sama

Diterbitkan

Pada

Pakar Sosiologi : OJK Jangan Biarkan " Keledai " Jatuh Pada Lubang Yang Sama
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kasus temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTT pada PT. Bank NTT tertanggal 14 Januari 2020 senilai Rp. 50 miliar menjadi momok bagi perbankan di NTT.  Pasalnya, PT. Bank NTT dua tahun terakhir selalu terlibat dalam kasus korupsi yang mengakibatkan kerugian hingga miliaran rupiah. Kasus korupsi pertama yakni pemberian fasilitas kredit kepada PT. Cipta Eka Puri dengan nilai kerugian mencapai Rp. 5 miliar mengantar mantan KCU Bank NTT, Bonefasius Ola Masan dan beberapa pegawai menjadi terpidana korupsi.

Kasus kedua yakni pemberian fasilitas kredit oleh Bank NTT Cabang Surabaya yang nilai kerugiannya mencapai Rp. 148 miliar, yang mengantar Mantan Kacab Surabaya, Didakus Leba divonis selama 10 tahun penjara, Wapimcab Bank NTY Surabaya Bong Bong Suharso divonis selama tujuh tahun penjara.

Lasarus Jehamat Dosen Sosiologi Fisip Undana Kupang kepada wartawan, Senin (28/06/2021) peristiwa atau kasus korupsi yang terjadi pada tubuh Bank NTT tidak perlu ditoleransi lagi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT.

Ditegaskan Lasarus, dua kasus korupsi yang terjadi pada tubuh Bank NTT yang berujung penjara ini, seharusnya menjadi pembelajaran bagi Bank NTT dan OJK NTT yang bertugas melakukan pengawasan terhadap keuangan perbankan.

Berkaitan dengan temuan BPK RI Perwakilan NTT senilai Rp. 50 miliar di Tahun 2020 mengenai pemberian kredit kepada PT. SNP Finance, Lasarus mengatakan bahwa patut digunakan istilah OJK NTT membiarkan ” Keledai ” jatuh pada lubang yang sama lagi.

“Seharusnya dua kasus sebelumnya menjadi pembelajaran bagi Bank NTT dan OJK. Tetapi malah terjadi lagi maka saya pakai istilah OJK membiarkan ” Keledai ” jatuh pada lubang yang sama lagi,” ujar Lasarus.

Menurut Lasarus, OJK NTT harus memberikan sanski tegas kepada PT. Bank NTT terhadap temuan itu, karena sudah terjadi tindak pidana korupsi yang berujung penjara.

“Soal sanski saya rasa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT lebih tahu, sanski apa yang pantas diberikan kepada PT. Bank NTT,” ujar Lasarus.

“Harus ada sanski kepada Bank NTT yang dibawah pengawasan Bank NTT sehingga jangan lagi terjadi demikian,” tambah Lasarus.(rey)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Satu Bulan Jadi DPO, Khairul Fadli Akhirnya Diringkus Sat Reskrim Polres Tanjungbalai

Diterbitkan

Pada

Penulis

Satu Bulan Jadi DPO, Khairul Fadli Akhirnya Diringkus Sat Reskrim Polres Tanjungbalai
Baca Berita

Daerah

DPK BAPERA Haltim Turut Hadir Rapat Pembuatan Posko Desa Mensukseskan Pencegahan Covid 19

Diterbitkan

Pada

DPK BAPERA Haltim Turut Hadir Rapat Pembuatan Posko Desa Mensukseskan Pencegahan Covid 19
Baca Berita

Daerah

Pelaku Mengaku : Nekat Bunuh Ketua MUI Labura Akibat Sakit Hati

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pelaku Mengaku : Nekat Bunuh Ketua MUI Labura Akibat Sakit Hati
Baca Berita
Loading...