Connect with us

Hukum

Pakar Hukum: 2 Bukti Sudah Cukup Kuat Untuk Tetapkan Azis Syamsuddin Sebagai Tersangka

Diterbitkan

Pada

Wakil Ketua DPR RI, Aziz Syamsuddin (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan tidak ragu untuk menjerat Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsudin. Pasalnya dua alat bukti sudah berhasil ditemukan.

Pakar Hukum Pidana, Abdul Fickar Hajar mengatakan, alat bukti tersebut sudah cukup untuk nenetapkan seseorang sebagai tersangka kasus.

“Ya jika ada cukup bukti (minimal ada dua alat bukti keterangan dua org saksi) KPK sudah bisa menetapkannya sebagai Tersangka,” kata Fickar dalam keterangannya, Rabu (9/6/2021).

Lanjut, kata Fickar, jika melihat konstruksi perkara Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Korpolkam) itu, maka tindak pidana yang dilakukan oleh eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) bisa saja tidak akan terjadi.

“Jika melihat peristiwanya, maka tindak pidana yang dilakukan SRP (Stepanus Robin Pattuju) tidak terjadi tanpa peranannya,” ucap Pakar Hukum Pidana asal Universitas Trisakti itu.

Dalam kasus ini, pengurusan perkara Walikota Tanjungbalai tahun 2020-2021, KPK telah menetapkan Robin Pattuju, Maskur Husain (MH) selaku pengacara, Walikota nonaktif Tanjungbalai M. Syahrial (MS) yang juga sebagai tersangka.

Tak disangka, selain di kasus Tanjungbalai, Robin dan Azis Syamsuddin diduga pernah bersekongkol dalam penanganan perkara korupsi lainnya yang dilakukan KPK.

Sebelumya, Dewas KPK bahkan menyebut Azis Syamsuddin memberikan duit sebesar Rp3,15 miliar kepada eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju (SRP).

Pemberian uang Rp3,15 miliar dari Azis ke Robin bermula dari perkara di Lampung Tengah yang terkait dengan kader Partai Golkar Aliza Gunado. Azis dan Aliza berasal dari satu partai yang sama.

“Dalam perkara Lampung Tengah yang terkait saudara Aliza Gunado, terperiksa menerima (SRP) uang dari Azis Syamsuddin lebih kurang sejumlah Rp3.150.000.000,” ujar Anggota Dewas KPK Albertina Ho, Rabu (2/6) lalu.

Uang itu, kata Albertina, sebagian diberikan kepada Pengacara bernama Maskur Husain yang juga sudah menyandang status tersangka kasus Tanjungbalai, kurang lebih Rp2,25 miliar dan Robin mendapatkan kurang lebih sejumlah Rp600 juta.

Namun, Robin Pattuju membantah menerima duit dari Azis Syamsuddin sebesar Rp3,15 Miliar sebagaimana pernyataan Dewas KPK saat membacakan putusan sidang etik Robin tersebut.

“Nggak, nggak, nggak. Itu sudah saya ubah, gak ada, sudah saya ralat semua. Intinya ini perbuatan saya bersama M Maskur, kami akan bertanggung jawab atas perbuatan kami dan tidak ada orang lain,” tungkasnya.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Diucapkan di Lapas Rajabasa Lampung, Empat Napi Terorisme Jaringan JAD Berikrar Setia NKRI

Diterbitkan

Pada

Penulis

ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Daerah

Kapolda Sulsel Berharap Bandar Narkoba Dihukum Mati

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) Irjen Pol Merdisyam (ist/net/ant)
Baca Berita

Hukum

Walhi Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Agraria

Diterbitkan

Pada

Penulis

Manajer Kantor Program Pemantauan, Monitoring, dan Evaluasi Walhi Jambi Eko Mulia Utomo (tengah) (ist/net)
Baca Berita
Loading...