Makin Memanas, Rusia Sengaja Latihan Perang di Dekat Kapal Induk Inggris

  • Bagikan
Makin Memanas, Rusia Sengaja Latihan Perang di Dekat Kapal Induk Inggris
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Militer Rusia pada hari Jumat meluncurkan latihan perang di Laut Mediterania dengan menampilkan jet tempur MiG-31K yang mampu membawa rudal hipersonik Kinzhal. Manuver Moskow ini berlangsung di dekat perairan di mana kapal induk Inggris, HMS Queen Elizabeth, beroperasi.

Unjuk kekuatan militer Moskow tersebut semakin memanaskan ketegangan dengan London setelah pada Rabu lalu kapal perang Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal perang Inggris di dekat Crimea di Laut Hitam.

Jet tempur Moskow juga menjatuhkan empat bom di jalur pelayaran kapal perang London, HMS Defender. Namun, London membantahnya dengan bersikeras kapalnya tidak ditembaki.

Latihan perang Rusia yang dimulai pada hari Jumat di Mediterania timur digelar ketika kelompok tempur kapal induk Inggris, HMS Queen Elizabeth berada di wilayah tersebut. Awal pekan ini, pesawat jet tempur silumanF-35 Inggris dan AS dari HMS Queen Elizabeth melakukan serangan mendadak melawan kelompok ISIS.

Rusia sendiri telah melancarkan kampanye militer di Suriah sejak September 2015, yang memungkinkan pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk merebut kembali kendali atas sebagian besar negara itu setelah perang saudara yang menghancurkan.

Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Jumat mengatakan bahwa sepasang jet tempur MiG-31 yang mampu membawa rudal hipersonik Kinzhal telah tiba di Pangkalan Udara Khmeimim di Suriah untuk latihan. Pangkalan yang berlokasi di provinsi pesisir Latakia, berfungsi sebagai pusat utama operasi Moskow di negara itu.

Ini adalah pertama kalinya pesawat tempur yang mampu membawa Kinzhal dikerahkan di luar perbatasan Rusia.

Militer Moskow mengatakan rudal Kinzhal mampu terbang dengan kecepatan 10 kali kecepatan suara dan memiliki jangkauan hingga 2000 kilometer (sekitar 1.250 mil).

Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip AP, Sabtu (26/6/2021), mengatakan manuver di Mediterania timur melibatkan beberapa kapal perang, dua kapal selam dan pesawat pembom jarak jauh Tu-22M3 bersama dengan pesawat tempur lainnya.

Tu-22M3 berkemampuan nuklir supersonik pertama kali dikerahkan ke Suriah bulan lalu dalam demonstrasi peningkatan pijakan militer Rusia di Mediterania.

Militer Rusia telah memodernisasi landasan pacu di Khmeimim untuk mengakomodasi pembom berat dan membangun landasan kedua untuk memperluas operasi di sana.

Rusia juga telah memperluas dan memodifikasi Pangkalan Angkatan Laut di pelabuhan Tartus, Suriah, yang merupakan satu-satunya fasilitas yang dimiliki Rusia saat ini di luar bekas Uni Soviet.

Militer Rusia telah meningkatkan jumlah dan ruang lingkup latihannya di tengah ketegangan pahit dalam hubungan dengan Barat, yang telah tenggelam ke posisi terendah pasca-Perang Dingin setelah pencaplokan Semenanjung Crimea Ukraina oleh Moskow pada 2014.

Sebagai bagian dari upaya Presiden Vladimir Putin untuk memperkuat militer Rusia, Angkatan Laut Rusia dalam beberapa tahun terakhir telah menghidupkan kembali praktik era Soviet yang terus-menerus memutar kapal perangnya di Mediterania.

Berbicara kepada wartawan hari Minggu di atas kapal HMS Queen Elizabeth, pejabat militer Inggris, Komodor Steve Moorhouse, mengatakan Mediterania timur telah menjadi lebih

“padat dan diperebutkan” dengan kehadiran militer Rusia yang lebih berat di Suriah, yang mengakibatkan pertemuan rutin dengan kapal dan pesawat tempur Rusia.

Dia mencatat bahwa kapal perang Rusia telah datang dalam jarak 10 kilometer (16 mil) dari kapal induk HMS Queen Elizabeth.(Din)

  • Bagikan