Connect with us

Daerah

Majukan Desa Wisata, Terobosan Memulihkan Ekonomi Di NTB

Diterbitkan

Pada

Majukan Desa Wisata, Terobosan Memulihkan Ekonomi Di NTB
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Program Unggulan 99 Desa Wisata yang sejak awal digagas pemerintahan Zul – Rohmi terbukti menjadi jalan keluar pemulihan ekonomi pasca musibah gempa dan pandemi saat ini.

“Terobosan yang dilakukan pemerintah provinsi oleh Gubernur Bang Zul dan Wagub Umi Rohmi dengan program unggulan 99 Desa Wisata sangat terasa karena sekarang pemulihan ekonomi itu dilakukan dengan pemberdayaan potensi masyarakat sendiri”, ujar Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, DR Najamudin Amy di Hotel Astoria, Jumat (25/06).

Beberapa diantaranya sebut Bang Najam adalah pemberdayaan UKM/ IKM dengan produk lokal di JPS Gemilang dan progres pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika sebagai destinasi pariwisata super prioritas dengan agenda event internasional.

Sebagai daerah tujuan wisata dunia, pengembangan Desa Wisata untuk mendukung kebangkitan pariwisata akan mendatangkan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat selain membangkitkan lagi industri pariwisata sebagai sektor andalan selain pertanian, kelautan dan lainnya.

Bahkan, Sekretaris Dinas Pariwisata, L Hasbul Wadi menyebut Desa Wisata saat ini dihajatkan tidak lagi menjadi alternatif wisata. Di tahun ketiga ini, pengembangan Desa Wisata dengan konsep pentahelix harus dikelola bersama oleh kabupaten/ kota, stakeholder terkait, perguruan tinggi, komunitas lokal dan dunia usaha agar menghadirkan pariwisata berkualitas dari jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan.

“Sampai tahun kedua ada 41 Desa Wisata yang sudah ada dan 16 di tahun ketiga ini yang disiapkan dengan tata kelola yang baik”, ujar Wadi.

I Made Pari Wijaya, perwakilan ITDC, BUMN yang saat ini mengelola KEK Mandalika menambahkan, pengembangan kawasan Mandalika tidak hanya dilihat dari hasil akhirnya namun pengerjaan proyek bernilai triliunan itu menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar dan NTB.

“Terkait Desa Wisata ada tambahan dua hal selain aksesibilitas, keramahan dan atraksi tapi juga promosi dan masyarakat agar benar benar siap menjadi tuan rumah dengan memberikan rasa aman bagi wisatawan”, ucapnya.

Sementara itu, General Manager Hotel Lombok Astoria, Saeno Kunto mengatakan, faktor keamanan dalam industri pariwisata sangat penting. Ia menyebut, Lombok Astoria dapat bertahan di masa pandemi tidak dengan melakukan PHK karena dapat mengurangi keamanan dan kenyamanan. Selain itu dalam mengemas produk, ia menekankan pada promosi by experience karena dengan pengalaman layanan yang baik, tamu akan mengulang kunjungannya.

“Pekerjaan rumah terbesar kita pelaku industri pariwisata adalah bagaimana menjadi tuan rumah yang baik dengan pengelolaan aksi dan aset yang benar”, ucap Kunto.

Lombok Astoria Hotel salah satu hotel di NTB yang tingkat huniannya di masa pandemi diatas 50 persen dengan 165 kamar terisi.(LS)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Gubernur NTB Bantah Isu Miring Soal Penyelesaian Sengketa GTI Di Gili Trawangan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Gubernur NTB Bantah Isu Miring Soal Penyelesaian Sengketa GTI Di Gili Trawangan
Baca Berita

Daerah

Gubernur NTB Bantah Isu Miring Soal Penyelesaian Sengketa GTI Di Gili Trawangan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Gubernur NTB Bantah Isu Miring Soal Penyelesaian Sengketa GTI Di Gili Trawangan
Baca Berita

Daerah

Kejati NTB Dukung Upaya Gubernur  Akhiri Persoalan Aset Di  Gili Terawangan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kejati NTB Dukung Upaya Gubernur  Akhiri Persoalan Aset Di  Gili Terawangan
Baca Berita
Loading...