Connect with us

Metropolitan

Lewat Program “Samisade”, Bupati Bogor Bertekad Hapus Desa Tertinggal

Diterbitkan

Pada

Lewat Program "Samisade", Bupati Bogor Bertekad Hapus Desa Tertinggal
Bupati Bogor, Ade Yasin (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Bupati Bogor, Ade Yasin ingin menghapus empat desa dari daftar desa tertinggal menggunakan program bantuan keuangan desa, Satu Miliar Satu Desa (Samisade).

“Jangan sampai lagi ada desa tertinggal di Kabupaten Bogor, kita sekarang punya program Samisade yang diharapkan bisa membuat desa maju dan berkembang,” ujar Ade Yasin, di Cibinong, Bogor, Selasa (1/6/2021).

Ia menggelontorkan Samisade senilai Rp318,5 miliar kepada 356 desa untuk menstimulus pembangunan infrastruktur desa. Ia berharap, Samisade tak hanya menghapus desa tertinggal, tapi juga mendorong desa dari status berkembang menjadi maju.

“Dari 416 desa, masih ada desa tertinggal. Nah, dengan Samisade diharapkan, desa tertinggal menjadi berkembang dan desa berkembang menjadi maju,” kata Ade Yasin.

Empat wilayah yang kini berstatus sebagai desa tertinggal itu adalah Desa Wirajaya Kecamatan Jasinga, Desa Cilaku Kecamatan Tenjo, serta Desa Sukarasa dan Desa Buanajaya Kecamatan Tanjungsari.

Sebelum mengerucut menjadi empat desa tertinggal, Ade Yasin mampu menghapus 41 desa tertinggal dalam kurun waktu satu tahun, dari semula sebanyak 45 desa tertinggal pada tahun 2019.

“Alhamdulillah, 2019 desa tertinggal ada 45, tahun 2020 desa tertinggal sisa empat,” ujarnya.

Pada periode yang sama, jumlah desa mandiri dari sebelumnya 12 desa, kini menjadi 29 desa, jumlah desa maju dari sebelumnya 93 desa, kini menjadi 131 desa, dan jumlah desa berkembang dari 266 desa menjadi 252 desa.

Sebagai informasi, ada tiga indikator utama yang ditetapkan oleh Kementerian Desa untuk mengklasifikasikan masing-masing desa, yakni faktor ketahanan ekonomi, ketahanan sosial, dan ketahanan lingkungan.

“Tiga indikator utama ini dijabarkan ke dalam 54 indikator, dan dari 54 indikator ada 719 kuisioner yang harus diselesaikan. Perlu penanganan yang komprehensif, mana kewenangan desa dan mana kewenangan kabupaten,” ujar Ade Yasin. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metropolitan

Beda Kebijakan Bupati dengan Walikota Soal Pembatasan Mobilitas Warga Bogor di Akhir Pekan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Beda Kebijakan Bupati dengan Walikota Soal Pembatasan Mobilitas Warga Bogor di Akhir Pekan
Bupati Bogor, Ade Yasin (ist/net)
Baca Berita

Metropolitan

Sediakan Lokasi Isolasi Pasien COVID-19, Pemkot Jakarta Selatan Gandeng TNI AU

Diterbitkan

Pada

Penulis

Sediakan Lokasi Isolasi Pasien COVID-19, Pemkot Jakarta Selatan Gandeng TNI AU
Pelaksana Tugas Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji (ist/net)
Baca Berita

Metropolitan

Gubernur Anies Berlakukan 75 Persen WFH Perkantoran di Zona Merah

Diterbitkan

Pada

Penulis

Gubernur Anies Berlakukan 75 Persen WFH Perkantoran di Zona Merah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ist/net)
Baca Berita
Loading...