Connect with us

Politik

Kubu Moeldoko Gugat Yasonna, Demokrat AHY: Mereka Gila Kekuasaan

Diterbitkan

Pada

Kubu Moeldoko Gugat Yasonna, Demokrat AHY: Mereka Gila Kekuasaan
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kelompok Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, atau kubu Moeldoko mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk mengesahkan hasil KLB. Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai, gugatan itu memperlihatkan bahwa kubu Moeldoko gila kekuasaan.

“Gugatan hukum Kepala Staf Presiden Moeldoko yang mengatasnamakan Ketua Umum Partai Demokrat hasil KLB abal-abal ke Pengadilan Tata Usaha Negara terhadap keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoli adalah wujud nyata ‘gila kekuasaan’,” kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani, Minggu (27/6/2021).

Dia menyebut, selain tak punya legal standing untuk mengatasnamakan Partai Demokrat dan Kepala KSP, tindakan Moeldoko mempertontonkan bentuk insubordinasi atas keputusan pemerintah yang telah diambil secara sah berdasarkan undang-undang untuk menolak hasil KLB abal-abal. Serta tetap mengakui hasil Kongres V Jakarta 2020 yang sebelumnya telah disahkan pemerintah.

“Sungguh perbuatan tercela dan memalukan. Sebagai mantan Panglima TNI, sepak terjangnya justru menunjukkan KSP Moeldoko adalah pribadi yang defisit nilai-nilai kesatria dan keperwiraan,” ucapnya.

“Publik mencatat berbagai sandiwara dan kebohongan KSP Moeldoko. Katanya hanya ngopi-ngopi, ternyata aktif konsolidasi dan tanpa malu-malu hadir pada kegiatan KLB abal-abal yang tak punya legal standing. Sekali lagi memalukan,” ujar Kamhar.

Padahal, kata dia, Demokrat berpikir setelah penolakan Menkumham pada akhir Maret lalu yang berdekatan dengan bulan suci Ramadhan akan menjadi momentum bagi KSP Moeldoko untuk melakukan perenungan. Serta, menyadari kesalahannya untuk meminta maaf kepada SBY, kader-kader karena membajak demokrasi dan Demokrat.

“Bukannya menyadari kesalahannya, apa yang dilakukan KSP Moeldoko saat ini menunjukkan ia tak punya etika dan moralitas sebagai negarawan. Sungguh tak pantas dan tak layak atas jabatan yang kini diembannya,” kata dia.

“Kami menghormati bahwa menunjuk kepala staf presiden adalah hak prerogatif presiden. Namun kami memastikan bahwa Moeldoko bukanlah pribadi yang pantas dan tepat untuk itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kelompok Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, atau kubu Moeldoko mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk mengesahkan hasil KLB. Gugatan itu didaftarkan pada Jumat (25/6).

“Secara resmi mendaftarkan gugatan tata usaha negara ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta dengan materi gugatan meminta Pengadilan mengesahkan KLB yang diadakan di Deli Serdang Sumatera Utara pada 5 Maret 2021 lalu, yang mana menghasilkan Jenderal (Purn) Moeldoko dan Jhonni Allen Marbun masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat 2021-2025,” ujar Kuasa Hukum Demokrat kubu KLB Deli Serdang Rusdiansyah kepada wartawan, Jumat (25/6).

Gugatan ini diajukan sebab KLB Deli Serdang dianggap konstitusional karena diikuti pemilik suara sah dan sesuai AD/ART partai Demokrat tahun 2015. Serta atas desakan pendiri, senior dan pengurus Demokrat.

“Gugatan tata usaha yang dilayangkan KLB Demokrat Deli Serdang teregistrasi dengan No. 150/G/2021/PTUN.JKT, di mana yang menjadi tergugat adalah Menteri Hukum dan HAM RI selaku pejabat atau badan tata usaha negara,” kata Rusdiansyah.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

NasDem Sebut PPKM Bentuk Taktik Perang Lawan Covid-19

Diterbitkan

Pada

NasDem Sebut PPKM Bentuk Taktik Perang Lawan Covid-19
Baca Berita

Politik

PKS: Cat Ulang Pesawat Kepresidenan Harusnya Bukan Jadi Prioritas

Diterbitkan

Pada

PKS: Cat Ulang Pesawat Kepresidenan Harusnya Bukan Jadi Prioritas
Baca Berita

Politik

Demokrat Bingung Pemilihan Warna Merah untuk Pesawat Kepresidenan

Diterbitkan

Pada

Demokrat Bingung Pemilihan Warna Merah untuk Pesawat Kepresidenan
Baca Berita
Loading...