Connect with us

Hukum

KPK Gali Mendalam Keterangan Azis Syamsuddin Soal Pertemuan Penyidik KPK dengan Syahrial

Diterbitkan

Pada

KPK Gali Mendalam Keterangan Azis Syamsuddin Soal Pertemuan Penyidik KPK dengan Syahrial
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – KPK menggali keterangan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin soal pertemuan di rumah dinas politikus partai Golkar tersebut dalam penyidikan kasus dugaan suap yang menjerat mantan Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021

“Tim Penyidik mengkonfirmasi Azis Syamsuddin (Wakil Ketua DPR RI) antara lain terkait dengan awal perkenalan saksi dengan tersangka SRP (Stepanus Robin Pattuju) dan dugaan memfasilitasi oleh saksi untuk dilakukannya pertemuan di rumah dinas jabatan Wakil Ketua DPR antara tersangka SRP dengan tersangka MS (M Syahrial),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Diketahui, Azis Syamsuddin pada hari ini diperiksa sekitar 9 jam untuk tersangka Robin dkk.

“Keterangan materi pemeriksaan selengkapnya telah tertuang dalam BAP saksi dan akan disampaikan di depan persidangan,” ungkap Ali.

Setelah diperiksa di gedung Merah Putih, Azis memilih untuk langsung masuk ke mobil dan tidak menyampaikan apapun kepada wartawan yang telah menunggunya.

Dalam perkara ini KPK telah menetapkan Stepanus bersama Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dan Maskur Husain selaku pengacara sebagai tersangka pemberi suap kepada Stepanus Robin terkait penyidikan penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020-2021.

Dalam konstruksi perkara disebutkan pada Oktober 2020, Syahrial menemui Azis di rumah dinas Azis di Jakarta Selatan dan menyampaikan permasalahan adanya penyelidikan yang sedang dilakukan oleh KPK di Pemkot Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Azis langsung memperkenalkan Syahrial dengan Stepanus. Dalam pertemuan tersebut, Syahrial menyampaikan permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan dan meminta agar Stepanus dapat membantu agar permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

Stepanus bersama Maskur sepakat membuat komitmen dengan Syahrial terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang Rp1,5 miliar.

Syahrial menyetujui permintaan Stepanus dan Maskur tersebut dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia, teman Stepanus. Syahrial juga memberikan uang secara tunai kepada Stepanus hingga total uang yang telah diterima Stepanus Rp1,3 miliar.

Dari uang yang telah diterima oleh Stepanus dari Syahrial kemudian diberikan kepada Maskur sebesar Rp325 juta dan Rp200 juta.

Sedangkan dalam pertimbangan majelis etik Dewan Pengawas KPK terhadap pelanggaran etik Stepanus pada Senin (31/5) disebutkan bahwa Azis memberikan uang Rp3,15 miliar kepada Stepanus Robin terkait penanganan perkara di Lampung Tengah terkait dengan kader Partai Golkar Aliza Gunado.

Dari jumlah tersebut sebagian diserahkan kepada Maskur Husain kurang lebih sejumlah Rp2,55 miliar dan Stepanus Robin mendapat uang lebih sejumlah Rp600 juta.

Majelis etik Dewas KPK juga memutuskan Stepanus Robin melakukan pelanggaran etik berat sehingga mendapat sanksi diberhentikan tidak dengan hormat.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

PPATK Pantang Surut Tegakkan Rezim Anti-pencucian Uang dan Cegah Pendanaan Terorisme

Diterbitkan

Pada

Penulis

PPATK Pantang Surut Tegakkan Rezim Anti-pencucian Uang dan Cegah Pendanaan Terorisme
Deputi Bidang Pencegahan PPATK, Muhammad Sigit (ist/net)
Baca Berita

Hukum

Polisi Ringkus Empat Kelompok Preman Pelaku Pungli di Tanjung Priok

Diterbitkan

Pada

Penulis

Polisi Ringkus Empat Kelompok Preman Pelaku Pungli di Tanjung Priok
(ist/net/detik)
Baca Berita

Hukum

Jaksa Agung Minta Buronan Adelin Lis Dibawa ke Indonesia

Diterbitkan

Pada

Penulis

Jaksa Agung Minta Buronan Adelin Lis Dibawa ke Indonesia
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin (ist/net)
Baca Berita
Loading...