Connect with us

Headline

KPK Akan Periksa Anies Baswedan dan Mendalami Aset Tersangka Pengadaan Tanah Munjul Cipayung

Diterbitkan

Pada

KPK Akan Periksa Anies Baswedan dan Mendalami Aset Tersangka Pengadaan Tanah Munjul Cipayung
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah mengamankan barang bukti yang mengejutkan Gubernur Anies Baswedan terkait kasus dugaan korupsi lahan rumah DP 0 persen di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur.

“Pemanggilan seseorang sebagai saksi dalam penyelesaian perkara itu tentu karena jika ada kebutuhan penyidikan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Selasa(22/6/2021).

Ali menjelaskan, para pihak yang akan diperiksa diduga mengetahui rangkaian peristiwa perkara tersebut. Dengan begitu, dia menambahkan, pemanggilan diperlukan agar perkara menjadi lebih terang serta dugaan perbuatan para tersangka dalam perkara ini.

Lanjut Ali, saat ini Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), juga telah mendalami kepemilikan aset milik tersangka Direktur Utama Nonaktif Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan (YRC), tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur Tahun Anggaran 2019.

Plt jubir KPK Ali Fikri mengatakan, hal itu didalami dari seorang saksi pihak swasta bernama Made Elviani. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Made Elviani merupakan mantan Secretary to President PT Sumitomo Indonesia.

“Made Elviani dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan kepemilikan berbagai aset oleh tersangka YRC” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (22/6/2021).

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga orang dan satu korporasi terkait kasus korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur Tahun Anggaran 2019.

Tiga orang tersangka itu di antaranya Yoory C Pinontoan selaku Direktur Utama nonaktif Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, Antara Runtuwene selaku Wakil Direktur PT Adonara Propertindo.

Kemudian, Tommy Adrian selaku Direktur Adonara Propertindo dan satu tersangka korporasi yakni PT Adonara Propertindo.

“Setelah kami melakukan proses penyelidikan, penyidikan dan kami menemukan bukti permulaan yang cukup. KPK melakukan peningkatan status perkara ini ke penyidikan sejak tanggal 24 Februari 2021 dengan menetapkan empat tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers, Kamis (27/5/2021).

Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(ilm)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Terkait Demo Jokowi End Game, Wagub DKI : Tak Boleh Ada Kerumunan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Terkait Demo Jokowi End Game, Wagub DKI : Tak Boleh Ada Kerumunan
Baca Berita

Headline

Pakar : Setiap Namanya Rangkap Jabatan Pasti Syarat Kepentingan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pakar : Setiap Namanya Rangkap Jabatan Pasti Syarat Kepentingan
Baca Berita

Headline

Harlah ke-23, Waka MPR: PKB Harus Terus Berkiprah untuk Kepentingan Bangsa

Diterbitkan

Pada

Penulis

Harlah ke-23, Waka MPR: PKB Harus Terus Berkiprah untuk Kepentingan Bangsa
Baca Berita
Loading...