1

Kemenkes Ajak Masyarakat Jadikan Hari Lahir Pancasila Momen Bangkit dari Pandemi

Realitarakyat.com – Kementerian Kesehatan mengharapkan semangat dalam memperingati Hari Lahir Pancasila dapat membuat masyarakat semakin tangguh melawan dan bangkit dari pandemi COVID-19.

“Sila dari Pancasila merupakan sendi diri kita berbangsa yang tentunya menjadi semangat untuk kita semakin tangguh melawan dan bangkit dari pandemi,” ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya, Selasa (1/6/2021).

Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk membangun kembali kebersamaan, gotong royong serta optimisme rasa kebangsaan di masa pandemi COVID-19.

“Sesuai tema tahun ini dengan semangat Pancasila kita keluar bersama dari pandemi ini,” ucapnya.

Maka dari itu, dia mengajak masyarakat tetap berperilaku disiplin dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna melindungi diri dari penularan COVID-19.

“Disiplin prokes masih belum baik. Rata rata kepatuhan protokol kesehatan 60-70 persen, kalau kita jumlahkan ketiga komponen utamanya,” katanya.

Dilansir dari data Satgas COVID-19 yang memuat hasil pemantauan terhadap 7,48 juta warga di 339 kabupaten/kota di 32 provinsi selama sepekan hingga tanggal 23 Mei 2021, disebutkan tingkat kepatuhan masyarakat dalam memakai masker di 53 kabupaten kota terpantau masih kurang dari 60 persen.

Kemudian kepatuhan memakai masker di 45 kabupaten/kota lainnya di level 61 – 75 persen, di 94 daerah berada pada tingkat 76 – 90 persen. Dan tingkat kepatuhan masker mencapai lebih dari 90 persen terpantau di 147 kabupaten/kota.

Sementara itu, terdapat 55 kabupaten/kota (16,22 persen) dari 339 kabupaten/kota yang memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak dan
menghindari kerumunan kurang dari 60 persen.

Kemudian, terdapat 42 kabupaten/kota (12,39 persen) memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak 61 – 75 persen. Sebanyak 104 kabupaten/kota (30,68 persen) memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak 76 – 90 persen.

Dan 138 kabupaten/kota (40,71 persen) memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak lebih dari 90 persen.[prs]