1

Keluhkan Rapat DPR Dikalahkan Ratas, Golkar Minta PDIP Protes Langsung ke Petugas Partai

Realitarakyat.com – Komisi VI DPR RI melaksanakan Rapat Kerja bersama dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan jajaran membahas perihal RKP K/L dan RKA K/L Tahun Anggaran 2022, Rabu (02/6/2021).

Dalam Rapat Kerja tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP Darmadi Durianto sempat melayangkan interupsi untuk meminta Kemenperin untuk melakukan pengkajian lebih mendalam untuk membahas Permenperin 03/2021 yang dinilai banyak mengundang pro kontra di publik.

“Saya tegaskan lagi soal Permenperin 03/2021 soal ini banyak mengundang pro kontra termasuk untuk melihat lebih jernih Pak Menteri karena saya melihat ini ada kontradiktif. Jadi ini saya minta diagendakan dimasukan kedalam kesimpulan,” protes Darmadi dalam Raker tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang juga Politisi Partai Golkar Gde Sumarjaya Linggih menyatakan kalau pembahasan Permenperin 03/2021 sudah dimasukan kedalam kesimpulan dan akan dibahas dalam Rapat selanjutnya.

Pasalnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasmita diagendakan akan melaksanakan Rapat Terbatas Kabinet Indonesia Maju bersama Presiden Jokowi.

Menyikapi terbatasnya waktu Rapat Kerja DPR dengan Menteri Perindustrian, Politisi yang akrab disapa Demer tersebut meminta Darmadi untuk memprotes ke Presiden Jokowi karena Ratas kerap bentrok dengan Rapat DPR.

“Kebetulan pak menteri ada laporan dari sekretariat kalau pak Menko sedang dalam perjalanan menuju istana jadi saya percepat rapat ini. Tanya Pak Jokowi kok ratas terus begitu kita rapat,” ujar Demer menanggapi Darmadi.

Darmadipun mengeluhkan kalau Rapat DPR selalu dikalahkan dengan Rapat Terbatas DPR yang mengakibatkan pembahasan rapat menjadi kurang maksimal.

“Rapat kita selalu dikalahkan oleh Ratas, jadi dialektika kita tidak berkembang secara maksimal,” kata Darmadi.

Keluhan Darmadi tersebut kembali dijawab oleh Demer, terkait ratas yang kerap kali bentrok dengan Rapat Kerja DPR untuk memprotes kepada petugas partai.

“Bapak harus protes itu ke petugas partainya, jadi nanti kalau protes masalah ratas ke petugas partai aja ya,” pungkasnya.[prs]