Kasus SPAM Mengendap, Dosen Ini Minta Kajari Ende Diperiksa

  • Bagikan
Kasus SPAM Mengendap, Dosen Ini Minta Kajari Ende Diperiksa
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kasus SPAM di Kabupaten Ende yang dilaporkan PMKRI Cabang Ende, hingga saat ini masih menjadi tanda tanya.  Pasalnya, sejak dilaporkan tahun 2018 silam, hingga saat ini penyelidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Ende belum ada perkembangan apapun. Melihat kondisi ini, Dosen Fisip Undana Kupang, Lasarus Jehamat mulai angkat bicara.

Lasarus Jehamat kepada wartawan, Senin (14/06/2021) mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui penyebab kasus SPAM di Kabupaten Ende sengaja dirumitkan atau memang rumit. Menurut Lasarus, jika dalam penyelidikan yang dilakukan Kejari Kabupaten Ende ditemukan alat bukti awal yang cukup maka sudah bisa ditingkatkan statusnya.

Seharusnya, kata Lasarus, melihat kinerja Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, M., dalam memberantas kasua korupsi di NTT, menjadi suntikan atau motivasi bagi Kejari Kabupaten Ende. “Saya tidak tahu apakah kasus SPAM di Kabupaten Ende benar – benar sulit atau sengaja dirumitkan oleh jaksa. Seharusnya ada motivasi tersendiri bagi Kejari Kabupaten Ende dalam menuntaskan kasus korupsi di Ende,” kata Lasarus.

Ditegaskan Lasarus, dengan kondisi ini Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr. Yulianto, S. H, M. H, dan Jamintel Kejagung RI, Dr. Sunarta, S. H, M. H, memeriksa Kajari Kabupaten Ende dan Kasi Intel Kejari Kabupaten Ende.

Tujuannya, lanjut Lasarus, untuk diketahui secara pasti penyebab lambannya penanganan kasus dugaan korupsi SPAM di Kabupaten Ende yang ditangani Kejari Kabupaten Ende. “Secara struktural birokrasi, Kajari Kabupaten Ende harus melaporkan semua kasus yang ditangani kepada atasannya termasuk kasus SPAM yang sudah dua tahun tanpa perkembangan,” tegas Lasarus.

“Saya kira konteksnya memintai keterangan. Apa pun prosedurnya yang ada di Kejaksaan. Ini penting agar kasus ini tidak bertele-tele,” tambah Lasarus.

Menurut Lasarus, ketakutan banyak pihak akan muncul jika Jamintel Kejagung RI, Dr. Sunarta, S. H, M. H, tidak segera meminta keterangan dari Kajari Kabupaten Ende maka kasus SPAM ini menjadi nilai yang merusak kinerja Kejati NTT.

“Saya lebih setuju Kajari dan Kasi Intelnya diperiksa. Ini menjadi tanggung jawab mereka. Kerja kejaksaan saya kira kolektif kolegial dengan sepengetahuan pimpinan,” tutup Lasarus.(rey)

  • Bagikan