Jubir Satgas: Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Hingga Pekan Depan

  • Bagikan
Jubir Satgas: Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Hingga Pekan Depan
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito /net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memprediksi kenaikan kasus Covid-19 setelah periode libur Lebaran masih terjadi hingga pekan depan.

Hal ini berdasarkan perhitungan Satgas tentang dampak mobilitas masyarakat pasca libur panjang Lebaran.

“Kondisi-kondisi ini menyebabkan dampak periode libur terlihat hingga minggu ke-6 dan kemungkinan masih akan terlihat hingga minggu ke-8 (pasca periode liburan),” ujar Wiku dalam siaran pers tertulis Satgas Covid-19 pada Selasa (29/6/2021) malam.

Libur Lebaran yaitu pada 13-14 Mei 2021 sehingga 8 minggu setelahnya yaitu 8-9 Juli 2021 atau dalam pekan yang sama.

Dia mengungkapkan, masih adanya masyarakat yang mudik di saat pemberlakuan peniadaan mudik serta saat arus balik pada satu hingga dua minggu pasca Lebaran berdampak pada kenaikan kasus yang tinggi saat ini.

Selain itu, lonjakan kasus juga disebabkan munculnya beberapa varian virus corona baru yang telah masuk ke Indonesia.

“Kondisi tersebut diperparah dengan mobilitas (masyarakat) yang tinggi,” lanjutnya.

Dalam keterangan tersebut, Wiku juga menyebut gelombang kedua (second wave) Covid-19 saat ini terjadi di Indonesia.

Kondisi ini salah satunya ditandai dengan peningkatan kasus Covid-19 secara mingguan di Indonesia telah mencapai puncak. Bahkan kenaikannya lebih tinggi dari puncak kasus yang terjadi pada Januari 2021.

“Hal ini menandakan second wave atau gelombang kedua kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia,” ujarnya.

Wiku menjelaskan, pada puncak yang pertama di Januari 2021, jumlah kasus mingguan Covid-19 mencapai 89.902 kasus.

Sementara itu, pada minggu ini angkanya jauh lebih tinggi, yaitu mencapai 125.396 kasus.

Selain itu, pada minggu lalu, Indonesia mencatatkan angka kasus positif harian yang sangat tinggi.

“Bahkan mencetak rekor baru yaitu kasus harian tertinggi selama pandemi, bertambah 21.345 kasus dalam satu hari,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pada puncak kenaikan pertama Januari lalu, kenaikan dari titik kasus terendah tercatat sebesar 283 persen. Kenaikan ini terjadi dalam kurun waktu 13 minggu.

Lalu pada puncak kenaikan kedua ini, kenaikan dari titik kasus terendah mencapai 381 persen dan terjadi dalam waktu 6 minggu.

Padahal, kata Wiku, Indonesia sempat mengalami penurunan kasus sejak puncak pertama yaitu selama 15 minggu dengan total penurunan hingga 244 persen.

“Kenaikan yang mulai terjadi satu minggu pasca periode libur Lebaran menunjukkan dampak yang ditimbulkan akibat libur panjang ternyata dapat terjadi sangat cepat. Awalnya kenaikan terlihat normal dan tidak terlalu signifikan. Namun, memasuki minggu ke-4 pasca periode libur kenaikan meningkat tajam dan berlangsung selama tiga minggu hingga mencapai puncak kedua di minggu terakhir,” ujar Wiku. (ndi)

  • Bagikan