Jenis Masker yang Efektif Tangkal COVID-19 Varian Baru

  • Bagikan
Jenis Masker yang Efektif Tangkal COVID-19 Varian Baru
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Melonjaknya kasus penularan COVID-19 varian baru membuat semua orang was-was dan khawatir. Kementerian Kesehatan sudah memastikan bahwa seluruh varian COVID-19, seperti Alpha (B.1.1.7), Beta (B.1.351), dan Delta (B.1.617.2) telah masuk ke Indonesia.

Ketiga varian tersebut telah dinyatakan sebagai variant of concern oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Ketiganya dinilai lebih cepat menular dibanding dengan strain virus yang pertama terdeteksi di Wuhan, China, akhir 2019.

Varian yang terbaru, yakni varian Delta, kini harus lebih diwaspadai karena diketahui 40 persen lebih menular dari varian lainnya dan mampu menghindar dari respons imun tubuh akibat mutasi yang terjadi.

COVID-19 varian delta pertama kali ditemukan di India pada Oktober 2020. Saat ini, varian Delta yang sudah merebak di 6 provinsi di Indonesia. Karena dianggap lebih menular, lantas masker seperti apa yang efektif untuk menangkal varian ini? Simak penjelasan berikut!

Masker untuk Menangkal COVID-19 Varian Baru
Juru Bicara Satgas Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan hawa baik masker medis maupun masker kain, masih efektif untuk menangkal paparan virus corona.

Kendati demikian, penggunaan masker medis masih lebih baik jika dibandingkan masker kain. Ini karena, masker medis sudah teruji dan lebih terstandar dari pada masker kain. Wiku juga mengatakan bahwa yang terpenting adalah masyarakat menggunakan masker berlapis dengan benar.

Jika ingin menggunakan masker berlapis, pastikan penggunaannya benar. Kendati demikian, tidak semua masyarakat mampu untuk membeli masker medis.

Wiku kembali menambahkan jika jenis masker hanya salah satu hal yang dapat diupayakan untuk melindungi diri dari infeksi virus. Masyarakat juga perlu mentaati langkah lain yang penting diterapkan guna terhindar dari infeksi, seperti cara menggunakan dan melepaskannya.

Selain menggunakan dan melepaskan masker dengan benar, kamu juga wajib mentaati protokol 3M lainnya, seperti rutin mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Jika kamu punya pertanyaan lain mengenai gejala COVID-19, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu dapat menghubungi dokter kapan dan di mana pun kamu butuhkan.

Waspadai Gejala yang Ditimbulkan dari Varian Baru
Sebelumnya, varian delta COVID-19 dilebeli variant of interest (VOI) oleh WHO. Setelah penularannya meningkat signifikan dan semakin banyak negara yang melaporkan varian ini, WHO kemudian meningkatkan status varian delta menjadi variant of concern (VOC).

Pengidap COVID-19 varian delta umumnya melaporkan gejala sakit perut, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, gangguan pendengaran, dan nyeri sendi. Selain itu, beberapa pengidap juga mengalami mikrotrombi atau penggumpalan darah kecil.

Gejala-gejala tersebut bisa semakin parah dan dapat menyebabkan kematian jaringan (gangrene). Gangrene terjadi ketika jaringan tubuh mengalami kematian akibat tidak mendapatkan pasokan darah yang mencukupi. Akibat dari gangrene, beberapa pasien harus diamputasi.

Meskipun jumlah kasus COVID-19 di India beberapa waktu belakangan telah surut, komplikasi pada pengidap yang telah pulih terus berlanjut. Mulai dari gangguan pendengaran, gangguan lambung yang parah, dan pembekuan darah yang mengarah ke gejala gangrene. Melihat semua komplikasinya, pastikan selalu patuhi 3M supaya terhindar dari penularan varian ini. (ndi)

 

sumber: halodoc

  • Bagikan