Connect with us

Headline

Inilah 5 Pemain yang Berusia di Bawah 21 Tahun Yang Siap Mencuri Panggung Piala Eropa 2020

Diterbitkan

Pada

Inilah 5 Pemain yang Berusia di Bawah 21 Tahun Yang Siap Mencuri Panggung Piala Eropa 2020
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Perhelatan Piala Eropa 2020 bakal dimulai pekan ini. Ada banyak hal yang bakal mengundang atensi penikmat sepak bola tentang turnamen internasional ini.

Mulai dari kebanggaan nasional, permainan yang menggembirakan, dan hasil yang mengejutkan hanyalah beberapa alasan mengapa event ini kerap mencuri perhatian penikmat sepak bola di seluruh dunia.

Tetapi cerita tidak melulu tentang pemain bomber maut, seperti Cristiano Ronaldo, Romelu Lukaku, dan Robert Lewandowski saja. Piala Eropa 2020 ini juga bisa dijadikan sebagai kesempatan bagi pemain muda untuk menggarisbawahi namanya sebagai calon bintang masa depan.

Ada banyak hal yang harus diwaspadai dari penampilan pemain muda tahun ini. Sangat sulit untuk memilih ketika banyak pemain brondong bermunculan.

Tetapi daftar ini akan difokuskan pada pemain berusia 21 tahun ke bawah. Siapa pun yang lebih tua dari itu akan dikecualikan. Selain itu, daftar hanya akan berisi satu pemain per negara. Lantas, siapa yang akan menjadi bintang di Piala Eropa tahun ini?

Berikut Calon Bintang Muda di Piala Eropa dikutip dari Berbagai Sumber:

1. Jeremy Doku

Jeremy Doku adalah pemain sayap modern yang ideal. Pemain muda Rennes itu memiliki kualitas untuk menciptakan peluang mencetak gol, dan tak hanya untuk dirinya saja tetapi juga rekan setimnya.

Itulah yang dilakukan selama membela Rennes. Pada musim ini, Doku berhasi mencetak dua gol dan tiga assist.

Perhitungan Doku selama membela Rennes mungkin belum membuat sejumlah klub tergiur mendatangkannya. Pasalnya, dia hanya membuat tiga gol dan dua assist.

Tapi ini merupakan musim pertama Doku di salah satu dari lima liga teratas di Eropa. Jadi butuh waktu untuk menemukan performa yang konsisten.

Sementara di timnas Belgia, Doku lebih banyak berada sebagai penghangat bangku cadangan. Tetapi jangan meremehkannya. Bakatnya sudah terbukti ketika ia memulai debutnya di mana pemain berusia 19 tahun itu berhasil mencetak satu gol dan dua assist dalam 77 menit pertandingan yang dimainkannya.

 

2. Ryan Gravenberch

Banyak yang mengatakan lini tengah adalah posisi paling menuntut dalam sepak bola, tetapi Ryan Gravenberch mampu membuatnya terlihat sangat mudah. Gravenberch dikenal sebagai gelandang yang mudah beradaptasi dengan kemampuan luas, baik dalam bertahan maupun menyerang.

Meski sering ditempatkan sebagai gelandang bertahan, Gravenberch juga bisa menyerang ke depan dan menciptakan peluang bagi rekan satu timnya. Dia telah mencetak lima gol bersama Ajax Amsterdam tahun ini dan membuat enam assist di semua kompetisi.

Enam assist yang diberikan Gravenberch menempatkannya sebagai salah satu pengumpan terbaik di usianya. Pemain berusia 19 tahun itu mungkin memiliki keahlian terluas dari siapa pun di daftar ini.

Itu bisa dilihat dari beberapa klub papan atas, seperti Liverpool dan Barcelona, yang terus memantau perkembangannya. Tampaknya Gravenberch akan mencuri panggung di Piala Eropa 2020 bersama Belanda.

3. Nuno Mendes

Nuno Mendes dikenal sebagai pemain lengkap. Dia punya kualitas permainan yang kuat, cepat, dan bagus dalam menguasai bola.

Kecepatan Mendes membuatnya menjadi rintangan yang menakutkan bagi pemain sayap mana pun untuk diatasi. Dia adalah bek yang stabil juga; dia bukan penekel gegabah seperti kebanyakan pemain seusianya.

Karena dia sangat bagus dengan bola di kakinya, Mendes juga bisa bermain sebagai sayap kiri. Saat ini ia bermain untuk Sporting Lisbon, dan pemain berusia 18 tahun itu telah menarik perhatian klub papan atas di Liga Primer Inggris, seperti Manchester City dan Chelsea. Dia diharapkan menjadi salah satu bek kiri terbaik di dunia jika diberikan kesempatan bermain bersama Portugal di Piala Eropa 2020.

4. Phil Foden

Siapa yang tak kenal Phil Foden. Pemain berusia 21 tahun itu merupakan salah satu aktor protagonis di balik keberhasilan Manchester City merebut juara Liga Primer Inggris musim ini.

Bersama Man City, Foden telah mencetak 16 gol dan delapan assist. Salah satu kelebihan dari pemain berusia 21 tahun ini adalah dia bisa ditempatkan sebagai gelandang bertahan, gelandang menyerang, maupun pemain sayap sekaligus.

Karier Foden akan melejit jika Gareth Southgate memberikan setiap kesempatan di Piala Eropa 2020. Karena dia merupakan tipe pemain yang bisa diandalkan saat tim membutuhkan pertahanan.

5. Dejan Kulusevski

Dejan Kulusevski dari Juventus benar-benar menyenangkan untuk ditonton. Tekniknya dalam menguasai bola sudah tak perlu diragukan lagi.

Empat gol dan tiga assist musim ini mungkin tampak seperti jumlah yang kecil, tetapi Kulusevski memiliki lebih banyak hal untuk ditawarkan. Serie A terkenal sebagai liga defensif, dan musim 2020/21 adalah musim pertamanya di Juventus. Begitu dia menetap, dia kemungkinan akan berkembang.

Seorang pengumpan yang gesit yang dapat dengan mudah mengeluarkan fullback dari persamaan, Kulusevski memberikan ancaman yang unik. Jarang ada distributor bola yang efektif dan tersusun seperti itu bermain melebar, menyeret pemain keluar dari posisinya.

Pemain asal Swedia itu telah dijuluki sebagai pahlawan nasional mereka berikutnya, mengikuti jejak Freddie Ljungberg dan Zlatan Ibrahimovic. Ini adalah kesempatan besar untuk mencari popularitas di Piala Eropa 2020.(Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Kunjungi Tasta Tabanan Wildlife Park, Bamsoet Dukung Konservasi Flora Fauna

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kunjungi Tasta Tabanan Wildlife Park, Bamsoet Dukung Konservasi Flora Fauna
Baca Berita

DPD

Pasar Tradisional Mulai Bergeliat, Ketua DPD RI Minta Prioritas Vaksin ke Pedagang

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pasar Tradisional Mulai Bergeliat, Ketua DPD RI Minta Prioritas Vaksin ke Pedagang
Baca Berita

Headline

Kepala Daerah Diminta Tak Manfaatkan Bansos untuk Pencitraan Politik

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kepala Daerah Diminta Tak Manfaatkan Bansos untuk Pencitraan Politik
Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin (ist/net/IDNTimes)
Baca Berita
Loading...