Ini Kata MA, Soal Opsi Pengampunan dari Jokowi yang Diberikan Hakim Kepada Habib Rizieq

  • Bagikan
Ini Kata MA, Soal Opsi Pengampunan dari Jokowi yang Diberikan Hakim Kepada Habib Rizieq
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) sempat menawarkan beberapa opsi kepada terdakwa Habib Rizieq Shihab usai pembacaan vonis 4 tahun penjara dalam kasus penyebaran berita bohong yang sebabkan keonaran terkait hasil swab tes di RS Ummi.

Salah satu opsi itu adalah hak mengajukan grasi atau pengampunan kepada Presiden Joko Widodo apabila terdakwa menerima putusan. Hal ini ternyata menuai polemik di publik.

Menanggapi hal itu, jubir Mahkamah Agung (MA) Andi Samsan Nganro mengatakan penyampaian opsi upaya hukum merupakan kewajiban majelis hakim kepada terdakwa usai membacakan vonisnya. Adapun opsi upaya hukum diantaranya tidak hanya banding, tetapi bisa juga mengajukan grasi apabila menerima putusan.

“Menyampaikan hak-hak terdakwa untuk menggunakan upaya hukum seusai divonis oleh majelis hakim boleh saja bahkan menjadi kewajiban bagi ketua/majelis hakim untuk memberitahukan hal tersebut,” kata Andi, saat dihubungi, Kamis (24/6/2021).

“Upaya hukum itu tidak hanya banding atau kasasi tetapi juga terdakwa apabila menerima putusan dapat mengajukan grasi ke Presiden,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang mengadili perkara Habib Rizieq Shihab menawarkan beberapa opsi kepada Habib Rizieq dan pengacara setelah membacakan putusan 4 tahun penjara terkait kasus swab RS Ummi. Salah satunya hakim menawarkan opsi pengajuan permohonan pengampunan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi demikian ya, Terdakwa, ini hasil musyawarah majelis hakim, Saudara dinyatakan terbukti ya, dan putusan ini sudah dibacakan, dan sesuai dengan ketentuan Pasal 196 KUHAP, Saudara mempunyai hak. Pertama, hak menerima atau menolak putusan saat ini juga, yaitu mengajukan banding. Kedua adalah hak untuk pikir-pikir selama 7 hari untuk menentukan sikap apakah banding atau tidak,” kata hakim ketua Khadwanto dalam sidang di PN Jaktim, Kamis (24/6/2021).

“Ketiga adalah hak untuk mengajukan permohonan pengampunan kepada Presiden. Dalam hal Saudara menerima putusan, yaitu grasi,” tutur hakim memberi opsi.

Atas ketiga opsi itu, Habib Rizieq tegas menyatakan banding. Habib Rizieq juga menyoroti beberapa putusan hakim.

“Setelah saya saya mendengar putusan hakim, ada beberapa hal, di antaranya jaksa mengajukan saksi ahli forensik, padahal di persidangan ini saksi ahli forensik tidak pernah ada, tidak ada bukti autentik tentang Pasal 14 ayat 1. Jadi dengan dua alasan tadi, dengan ini saya menolak putusan majelis hakim, dan saya menyatakan banding,” kata Habib Rizieq.

Habib Rizieq divonis 4 tahun penjara karena dinyatakan bersalah menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab dalam kasus RS Ummi hingga menimbulkan keonaran. Hakim menilai perbuatan Habib Rizieq meresahkan masyarakat.

Habib Rizieq dinyatakan bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.[prs]

  • Bagikan