IDI Sebut Kematian Dokter Indonesia Karena Covid-19 Meningkat di Juni 2021

  • Bagikan
IDI Sebut Kematian Dokter Indonesia Karena Covid-19 Meningkat di Juni 2021
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat kasus kematian dokter terpapar virus corona (covid-19) mengalami peningkatan di Juni 2021. Belum genap sebulan, IDI mencatat sebanyak 24 dokter dinyatakan meninggal dunia.

Sementara apabila dilihat dari grafik penambahan kematian dokter akibat covid-19 per bulannya, maka kematian di Juni 2021 tiga kali lipat dari kematian dokter di Mei 2021 yang berjumlah 8 orang.

“Ada 24 dokter yang meninggal dalam bulan Juni, sampai data kemarin,” kata Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi seperti dilansir Antara, Sabtu (26/6/2021).

Dengan penambahan itu, sementara ini IDI mencatat sudah ada 397 dokter yang meninggal selama pandemi covid-19 menjangkiti Indonesia kurang lebih 15 bulan terakhir. Dari ratusan kematian itu; Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah menjadi provinsi yang mencatat kematian dokter terpapar covid-19 terbanyak.

Adib sebelumnya juga mengungkapkan analisis data kematian dokter periode Februari-Mei 2021 menunjukkan dari 61 yang meninggal, 10 orang telah mendapat dua dosis vaksin covid-19, 4 lainnya baru menerima satu dosis.

Sementara 47 dokter lainnya yang meninggal belum divaksin lantaran tidak memenuhi syarat vaksin terkait komorbid alias penyakit penyerta yang mereka miliki. Untuk data kematian di bulan Juni, Adib menyebut analisis data pihaknya belum rampung.

Adapun dalam merespons temuan itu, Adib lantas mengeluarkan beberapa rekomendasi kepada para dokter Indonesia guna meminimalisir kelelahan yang berpotensi besar berujung kematian. Pertama, IDI mewanti-wanti agar para dokter meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan pelayanan kesehatan dan interaksi sosial.

Kedua, dokter diminta untuk tetap memperketat penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar dalam melakukan pelayanan kesehatan. Ketiga, dokter juga diminta mengatur skala prioritas dalam memberikan layanan kesehatan untuk meminimalisir risiko terpaparnya covid-19, misalnya dengan menunda operasi dan mengurangi jam praktek.

“Untuk teman sejawat usia lebih dari 65 tahun untuk tetap di rumah, dan mohon bantuan jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujar Adib.

Selanjutnya, IDI juga meminta agar para dokter memperketat protokol kesehatan hingga 6M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

IDI juga meminta agar para dokter segera melakukan konsentrasi kesehatan jika ada kontak dengan pasien positif covid-19, atau segera melapor jika mengalami gejala yang mirip covid-19.

“Juga melaporkan ke Tim Mitigasi IDI cabang atau perhimpunan masing-masing jika terkonfirmasi positif covid-19, untuk memudahkan koordinasi dan membantu jika dibutuhkan pengobatan khusus,” pungkasnya.[prs]

  • Bagikan