Connect with us

Headline

IDI Minta Pemeritah Terapkan PSBB Ketat Di Pulau Jawa Selama 2 Minggu

Diterbitkan

Pada

IDI Minta Pemeritah Terapkan PSBB Ketat Di Pulau Jawa Selama 2 Minggu
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com -Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan himpunan lima organisasi profesi meminta pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat di Pulau Jawa minimal dua minggu.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Adib Humaidi menuturkan rekomendasi kebijakan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan lonjakan kasus positif Covid-19 dan antisipasi agar fasilitas kesehatan tidak kolaps.

Adapun perhimpunan organisasi ini terdiri dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (Perki).

“Mendorong dan merekomendasikan agar pemerintah pusat memberlakukan PSBB ketat serentak terutama di Pulau Jawa minimal dua minggu,” ujar Adib dalam jumpa pers secara virtual, Minggu (27/6).

Adib mengatakan kasus Covid-19 meningkat tajam. Pada Kamis (17/6) ada 12.624 kasus dan meningkat di atas 20 ribu kasus pada Sabtu (26/6). Jika dibandingkan dengan data Sabtu (15/5), terang dia, terjadi peningkatan kasus pada 17 Juni 2021 sekitar lebih dari 500 persen.

“Bed Occupancy Rate (BOR) untuk ruang isolasi dan ICU di atas 90 persen. Setidaknya >24 kabupaten/kota melaporkan keterisian ruang isolasinya di atas 90 persen. BOR untuk ICU dari berbagai RS mendekati angka 100 persen,” kata Adib.

Ia menilai kondisi saat ini sudah sangat memprihatinkan. Hal itu juga terlihat dengan penumpukan pasien dan antrean panjang di banyak Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit di kota besar.

“Kondisi semakin memprihatinkan dengan bertambahnya kasus pada dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga perlu menjalani perawatan atau isolasi mandiri,” imbuhnya.

Adib mengungkapkan pada hari ini ada empat dokter yang meninggal dunia akibat Covid-19. Jumlah itu membuat total dokter yang gugur sejauh ini mencapai 405 orang.

Selain 405 itu, masih ada ratusan dokter yang harus menjalani perawatan dan isolasi akibat terinfeksi Covid-19.

“Sebagai gambaran di satu kota di Jawa Tengah total 583 yang terpapar. Yang saat ini dirawat dan isolasi ada 231. Kemudian di Jogja ada 163 dokter yang terpapar. Kemudian di Surabaya ada lebih dari 100, dengan kondisi khususnya di Surabaya ada lima yang kritis,” pungkas Adib.

Sebelumnya, pemerintah diketahui mengambil kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM mikro guna menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Langkah ini pun mendapat kritik dari sejumlah pihak karena dinilai tidak efektif.(Din)

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Pengadilan Tinggi DKI Tolak Banding Habib Rizieq

Diterbitkan

Pada

Pengadilan Tinggi DKI Tolak Banding Habib Rizieq
Habib Rizieq Shihab/Net
Baca Berita

Politik

Diperiksa KPK, Dedi Mulyadi Ngaku Dicecar Pertanyaan Soal Ade Barkah dan Siti Aisyah

Diterbitkan

Pada

Diperiksa KPK, Dedi Mulyadi Ngaku Dicecar Pertanyaan Soal Ade Barkah dan Siti Aisyah
Politikus Golkar Dedi Mulyadi jalani pemeriksaan KPK/Ist
Baca Berita

Kesehatan

Kemenkes Akui Herd Immunity 100 Persen Sulit Tercapai

Diterbitkan

Pada

Kemenkes Akui Herd Immunity 100 Persen Sulit Tercapai
Jubir Vaksinasi Covid Kemenkes Siti Nadia Tarmizi/Net
Baca Berita
Loading...