1

Hari Ini Hari PPKM Mikro Mulai Diterapkan, Penumpang KRL Bogor-Kota Masih Tetap Ramai

Realitarakyat.com – Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line jurusan Bogor-Jakarta Kota, ramai penumpang pada Selasa (21/6), atau hari pertama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dengan sejumlah penguatan.

Keramaian belum terlihat dari Stasiun keberangkatan Bogor sekitar pukul 07.30 WIB. Di sejumlah gerbong, tidak ada penumpang yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. Sebagian kursi juga tampak tidak terisi penuh.

Di stasiun selanjutnya, yakni Stasiun Bojonggede, banyak penumpang yang naik dan membuat gerbong ramai. Kursi panjang yang maksimal terisi empat orang, terlihat terisi semua. Kursi prioritas yang maksimal diisi dua orang, juga terlihat diisi penuh. Penumpang yang tidak kebagian kursi pun berdiri.

Di stasiun berikutnya, banyak penumpang yang kembali naik hingga membuat gerbong padat. Di sejumlah gerbong, tampak penumpang yang berdiri tidak menjaga jarak.

Salah seorang penumpang, Rafli (28) mengatakan situasi KRL yang lebih padat biasanya terlihat pada hari Senin.

“Emang biasa ramai. Kayak biasa. Cuma Senin yang lebih padat gitu,” kata Rafli.

Meski pemerintah telah menetapkan sejumlah aturan dalam PPKM Mikro pada kali ini, Rafli mengaku bahwa tempatnya bekerja di daerah Tebet, belum menerapkan WFH.

“Kalau di tempat saya belum ada diminta untuk WFH,” katanya.

Pemerintah sebelumnya memutuskan untuk memperpanjang penerapan PPKM skala mikro dengan sejumlah penguatan, mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021.

Penguatan itu seperti kebijakan work from home dengan ketentuan 75 persen bekerja di rumah dan 25 sisanya bekerja di kantor untuk wilayah zona merah. Kemudian sekolah tatap muka dihentikan, tempat ibadah ditutup, dan hajatan masyarakat hanya boleh 25 persen.

Selain itu, pada PPKM mikro kali ini, restoran, warung makan, kafe, PKL, dan lapak jajanan, baik yang berdiri sendiri maupun di pasar, pusat perbelanjaan atau mall hanya dibolehkan makan di tempat atau dine in maksimal 25 persen dari kapasitas.

Sementara untuk layanan take away atau bawa pulang lewat pesanan menyesuaikan jam operasional yang dibatasi sampai dengan pukul 20.00.(Din)