Connect with us

Nasional

Habib Rizieq Apresiasi Kapolri Karena Difasilitasi Selesaikan Disertasi Saat Penahanan

Diterbitkan

Pada

Habib Rizieq Apresiasi Kapolri Karena Difasilitasi Selesaikan Disertasi Saat Penahanan
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Terdakwa kasus kerumunan, Habib Rizieq Shihab mengucapkan terima kasih ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebab, menurut Rizieq, Jenderal Sigit memperlakukannya dengan baik selama dalam penahanan di Mabes Polri.

“Tidak lupa, saya dan kawan-kawan menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kapolri dan seluruh jajarannya, khususnya segenap pimpinan dan petugas di rutan Mabes Polri, yang selama ini telah memperlakukan kami di rutan Mabes Polri dengan sangat baik, sehingga kami mendapatkan hak-hak kami sebagaimana mestinya, termasuk penjagaan dan pengantaran ke setiap persidangan,” ucap Rizieq saat membacakan duplik atau tanggapan replik jaksa terkait kasus swab RS Ummi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (17/6/2021).

“Bahkan saya telah diberi kesempatan menyelesaikan program S3 saya, sehingga dapat mengikuti ujian disertasi PhD saya dengan lancar di Rutan Mabes Polri,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Habib Rizieq juga mengucapkan terima kasih ke jaksa. Dia menegaskan jaksa penuntut umum bukan musuhnya meskipun kerap saling serang di dalam persidangan.

“Akhirnya, terima kasih dan penghargaan kami sampaikan juga kepada jaksa penuntut umum yang telah berkali-kali mencambuk kami untuk fokus dan serius melakukan perlawanan hukum di persidangan ini demi mendapatkan keadilan,” katanya.

Dia mengatakan perkataannya yang diartikan merendahkan jaksa tidak diambil hati. Dia menegaskan jaksa bukan musuhnya.

“Jaksa memang lawan kami dalam perkara, tapi Jaksa bukan musuh kami. Saya dan penasihat hukum dalam ruang sidang ini sering terlibat dalam perdebatan sengit dengan jaksa, bahkan tidak jarang saling tuding dan saling bentak serta saling berteriak, apalagi dalam dakwaan dan eksepsi, serta tuntutan dan pleidoi, hingga dalam replik dan duplik, kami saling serang dan saling menjatuhkan, bahkan tidak jarang kami akan saling melontarkan kata-kata bodoh, dungu, pandir, tidak berakal, tidak sopan, dangkal, ngawur, jahat, zalim, dan sebagainya, terhadap pendapat lawan. Itu biasa dalam persidangan, sehingga jangan diambil hati apalagi dijadikan dendam,” kata Rizieq.

Diketahui Habib Rizieq Shihab dituntut 6 tahun penjara atas kasus ini. Dia didakwa membuat keonaran berkaitan dengan penyebaran hoaks tes swab di RS Ummi Bogor.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Kerja Sama Penempatan PMI di Malaysia Sepakat Diperbarui, RI Usulkan Standar Minimum Gaji RM1.500

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kerja Sama Penempatan PMI di Malaysia Sepakat Diperbarui, RI Usulkan Standar Minimum Gaji RM1.500
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi (ist/net)
Baca Berita

Nasional

Ketua PWI Ajak Pekerja Media Ikut Berperang Lawan COVID-19

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua PWI Ajak Pekerja Media Ikut Berperang Lawan COVID-19
Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari (ist/net)
Baca Berita

Nasional

Wapres Apresiasi Pekerja Media yang Terapkan Etika Profesi

Diterbitkan

Pada

Penulis

Wapres Apresiasi Pekerja Media yang Terapkan Etika Profesi
Wakil Presiden Ma’ruf Amin (ist/net)
Baca Berita
Loading...