Gus Muhaimin Minta Pemerintah Pusat dan Daerah Saling Kolaborasi Dalam Hadapi Lonjakan Covid

  • Bagikan
Muhaimin
Ketum PKB Adbul Muhaimin Iskandar (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar mewanti-wanti pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi dalam menghadapi lonjakan wabah Covid-19 belakangan ini.

Jangan sampai terjadi tumpang-tindih dan “saling kira” antar level pemerintahan terjadi dalam penanganan Covid-19. Terutama di wilayah yang tingkat penyebarannya tinggi seperti DKI Jakarta.

“Sekarang sebaiknya satu komando, jangan asal mengeluarkan kebijakan di masing-masing daerah tanpa ada koordinasi dengan pusat. Dan kalau pusat sudah instruksi, ya itu yang harus dijalankan,” kata Gus Muhaimin di Jakarta, Sabtu (26/6/2021).

Ia mengingatkan awal pandemi terjadi perbedaan data serta kebijakan yang disajikan pemerintah pusat dan daerah. Akibatnya publik bingung dan sulit membedakan mana data dan kebijakan yang benar atau sebaliknya.

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra ini menegaskan hal semacam itu tak boleh terulang. Penyampaian data penyebaran Covid-19 termasuk kebijakan untuk menanganinya harus seragam dan bersumber dari satu pintu.

“Termasuk juga periodenya. Kalau pusat menetapkan pengetatan selama 14 hari, daerah juga begitu. Sehingga semua kebijakan yang diambil bersama tidak hanya seiring seirama, tetapi terkendali,” jelas Gus Muhaimin.

Di samping itu, Ketua Tim Pengawas Penanggulangan Bencana Covid-19 DPR RI ini meminta pemerintah pusat dan daerah menyempurnakan strategi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020.

Gus Muhaimin mendesak keduanya segera mengambil kebijakan emergency dengan pengetatan dan pembatasan mobilitas serta aktivitas warga untuk mencegah terus melonjaknya kasus positif dan kematian Covid-19.

Tak hanya membatasi aktivitas masyarakat, dia juga meminta pemerintah pusat dan daerah meningkatkan perlindungan terhadap tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19.

“Mereka ini garda terdepan kita, pahlawan kesehatan yang harus dilindungi agar tetap bisa memberikan pelayanan terhadap pasien Covid-19,” tutup Gus Muhaimin.[prs]

  • Bagikan