Connect with us

Daerah

 Gubernur NTB Apresiasi Kiprah Alumni Ponpes Nurul Hakim

Diterbitkan

Pada

 Gubernur NTB Apresiasi Kiprah Alumni Ponpes Nurul Hakim
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., mengapresiasi peran serta Alumni Pondok Pesantren (Nurul Hakim) yang turut mewarnai pembangunan daerah.

Ada yang berkiprah menjadi politisi, akademisi, polisi, tentara, pemerintahan, sektor usaha, UMKM dan terus berdakwah dengan membangun Ponpes.

“Salah satunya ada alumni Nurul Hakim yang menjadi anggota DPRD Provinsi NTB,” kata bang Zul sapaannya, saat menghadiri Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH), Minggu (6/6/2021) di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim Lombok.

Bahkan, ada yang digadang-gadang akan menjadi calon Bupati Lombok Barat. Begitupun banyak anggota TNI maupun Polri di NTB merupakan alumni jug…
[08:22, 6/7/2021] Irvan Kasubag Olah Data: Tips Organisasi Awet Ala Bang Zul

Provinsi Nusa Tenggara Barat diberkati dengan banyaknya pondok pesantren (Ponpes) yang berumur panjang. Sementara di belahan bumi yang lain, apalagi di tengah pandemi Covid-19, usia sebuah organisasi makin lama makin pendek.

Karena itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc, memberikan tipsnya.

“Setelah diteliti ada rahasia dan tips organisasi berumur panjang,” ungkap Bang Zul sapaan akrab Gubernur pada acara Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH), Minggu (6/6/2021) di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim Lombok.

Pertama, karakternya sensitif atau adaptif terhadap perubahan lingkungan. Dalam hidupnya tidak monoton. Tidak hanya menjadi kiyai, tuang guru, tapi ada yang menjadi politisi, tentara atau polisi, asn, akademisi dan lain-lain.

“Selalu mampu membaca tanda-tanda zaman, saya senang Nurul Hakim punya karakter ini,” puji Doktor Zul.

Kemudian ciri kedua, memiliki personal identity atau ciri khas personal. Dari cara ceramah, membawa pengajian, ayat-ayat yang dibaca. Harus terus dipelihara.

Yang ketiga lanjutnya, tidak mematikan ide-ide yang beda dengan mainstream. Jadi tidak selamanya cara berpikir orang-orang dalam sebuah perkumpulan itu seragam.

“Kalau ada ide-ide yang berbeda sedikit, bisa jadi dapat memperpanjang organisasi, karena menghadirkan satu konstruktif, feedback bagi organisasi,” jelasnya.

Dan yang keempat, konservatif insiment, tidak boros menghabiskan uang. Organisasi yang tidak pandai memelihara uang, cepat megah dan majunya tapi cepat juga hilang.

“Jadi kita perlu memiliki bendahara yang senang memelihara uangnya, jangan terlampau jor-joran,” pintanya.

Di tengah krisis ini, jelas Bang Zul, orang menghitung usia hidup sebuah organisasi atau perkumpulan sampai usia 1,5 tahun saja. Bahkan dengan era digital rata-rata usia perusahaan industri bertahan 2,5 tahun.

Namun dengan kemajuan ilmu pengetahuan sekarang, tingkat mortalitas manusia makin panjang. Jarang sekali yang meninggal di usia dini.

“TG. Muharrar Mahfudz, sekarang umurnya 69 tahun, masih muda, kalau kita bandingkan dengan Mahatir Muhammad misalnya, umur 94 tahun masih bisa jadi Perdana Menteri lagi,” tutur Bang Zul.(Ls)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Walikota Solo Gibran Optimis Sekolah tatap Muka Bisa Dimulai Juli Mendatang

Diterbitkan

Pada

Walikota Solo Gibran Optimis Sekolah tatap Muka Bisa Dimulai Juli Mendatang
Baca Berita

Daerah

Lingkungan V Panggarutan Tapsel Di Lockdown Karena Positif Covid

Diterbitkan

Pada

Penulis

Lingkungan V Panggarutan Tapsel Di Lockdown Karena Positif Covid
Baca Berita

Daerah

Divonis Tujuh Bulan Penjara, Hakim Perintahkan Terdakwa Segera Ditahan

Diterbitkan

Pada

Divonis Tujuh Bulan Penjara, Hakim Perintahkan Terdakwa Segera Ditahan
Baca Berita
Loading...